Bendaterletak di depan lensa dan bayangannya tampak seperti gambar! Jarak fokus lensa berdasarkan data pada gambar tersebut adalah . A. 7,5 cm B. 15 cm C. 20 cm D. 40 cm Pengumpulan dan Penyajian Data; Operasi Bilangan Pecahan; Kecepatan Dan Debit; Skala; Perpangkatan Dan Akar; 4. SD
mikroskopmemiliki jarak fokus lensa objektif 4 mm dan jarak lensa okuler 50 mm. mata mengambil sebuah object tanpa berakomodasi dan memperoleh perbesaran 50 kali. berdasarkan data tersebut,maka jarak objeck terhadapa lensa objektif adalah(Sn=25cm) Oleh Admin Diposting pada Juni 22, 2022
G Jarak Fokus Lensa-lensa Fokus lensa (F) didefinisikan sebagai letak bayangan jika bendanya berada di titik tak hingga. Jarak fokus lensa (f) adalah jarak dari pusat optik ke titik fokus (F). Jadi bila s = ~, maka f = s'. Bila kita masukkan data ini pada persamaan lensa tipis di atas, maka kita peroleh, karena = 0, maka Persamaan fokus
Fokus obyektif berikpit dengan fokus okuler. GAMBAR. d = jarak obyektif dan okuler. Ternyata bayangannya berjarak 10 cm di belakang cermin. Dari data tersebut maka jari-jari cermin adalah. A. 10 / 3 cm. B. 20 / 3 cm. C. 10 cm. D. 15 cm. jari-jari kelengkungan lensa sebesar 10 cm, maka jarak fokus lensa adalah . A. 20 cm. B.-20 cm
Menentukanjarak fokus lensa; Mengamati cacat bayangan ( aberasi ) dan penyebabnya (gambar 1-2) untuk menentukan jarak focus bersusun tersebut . ulangi beebrapa kali dengan harga L yang berubah - ubah . sebagai pemusat cahaya. Lensa cembung dan cekung dirapatkan agar pengaturan cahaya pada kedua lensa tersebut tidak keluar dari lebar
Pernyataanyang tepat berdasarkan data di atas adalah . A. Jarak fokus lensa R paling besar. B. Jarak fokus lensa S paling kecil. C. Jarak fokus lensa P lebih besar daripada lensa R. D. Jarak fokus lensa R dan S sama. Pembahasan: Rumus jarak fokus: 1 / f = 1 / s + 1 / s'
. Muhammad Rizal Fahlepy* Laboratorium Fisika Dasar Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri MakassarAbstrak. Telah dilakukan percobaan berjudul Jarak Fokus Lensa Tipis dengan tujuan sebagai berikut 1 Untuk menentukan jarak fokus sebuah lensa cembung dan lensa cekung, 2 Memplot grafik hubungan antara jarak bayangan dengan jarak benda sehingga diperoleh nilai jarak fokus berdasarkan grafik, dan 3 Membandingkan nilai teoritis dengan hasil plot grafik jarak fokus lensa yang diperoleh. Percobaan ini dilakukan melalui dua kegiatan. Kegiatan I dilakukan untuk memperoleh jarak fokus lensa cembung dengan merajah 1/s terhadap 1/s’. Dari plot grafik antara 1/s dan 1/s’ pada lensa cembung, diperoleh nilai jarak fokus lensa cembung adalah f ̅ = 10,885 ± 0,002 cm. Nilai ini memiliki perbedaan sebesar 8,4% dengan nilai teoritis yang menyatakan bahwa jarak fokus lensa cembung adalah +10 cm. Adapun kegiatan II dilakukan untuk memperoleh jarak fokus lensa cekung dengan merajah 1/s terhadap 1/s’. Dari plot grafik antara 1/s dan 1/s’ pada lensa cekung, diperoleh nilai jarak fokus lensa cekung adalah f ̅ = 11,650 ±0,005 c m. Adapun nilai jarak fokus lensa cekung secara teoritis adalah -10 cm, sehingga persentasi perbedaan antara nilai hasil praktikum dan nilai teori adalah 15,24%.Kata kunci Jarak bayangan, jarak benda, jarak fokus, lensa cekung, lensa cembungA. RUMUSAN MASALAH Berapa nilai jarak fokus lensa cembung dan cekung berdasarkan praktikum dengan analisis grafik? Bagaimana hubungan antara jarak bayangan dengan jarak bendadan cara menentukan nilai jarak fokusberdasarkan grafik? Bagaimana perbandingan nilai teoretis dengan hasil plot grafik jarak fokus lensa cembung dan cekung? B. TUJUAN Untuk menentukan jarak fokus sebuah lensa cembung dan lensa cekung Memplot grafik hubungan antara jarak bayangan dengan jarak benda sehingga diperoleh nilai jarak fokus berdasarkan grafik Membandingkan nilai teoretis dengan hasil plot grafik jarak fokus lensa yang diperoleh C. TEORI SINGKAT Lensa adalah sebuah sistem optis dengan dua permukaan yang merefraksikan. Lensa yang paling sederhana mempnyai dua permukaan bola yang cukup dekat satu sama lain sehingga kita dapat mengabaikan jarak di antara kedua permukaan itu tebalnya lensa tersebut yang dinamakan lensa tipis Young, 2001 547. Prinsip optik pada lensa mirip dengan prinsip optik pada cermin, hanya saja lensa mengakibatkan perubahan citra objek di belakangnya, sedangkan cermin mengubah citra objek di kerja lensa adalah membiaskan sinar yang menerpa menyebabkan pembelokan berkas cahaya dari udara memasuki lensa. Berkas cahaya membelok sekali lagi ketika ia melewati sisi seberang lensa. Kaca pada lensa cembung dibuat lebih tebal di bagian tengahnya dibanding bagian cekung lebih tipis di tengah dan lebih tebal di bagian pinggir Holland, 2005 315. Sebuah lensa mempunyai sifat bahwa seberkas sinar yang paralel dengan sumbu melalui lensa itu, maka berkas sinar itu berkumpul ke sebuah titik F2 dan membuat sebuah bayangan nyata di titik seperti itu disebut lensa pengumpul lensa konvergen.Demikian juga, sinar-sinar yang lewat melalui titik F1 muncul keluar dari lensa itu sebagai seberkas sinar paralel. Titik F¬1 dan titik F2 dinamakan titik fokus pertama dan titik fokus kedua, dan jarak f yang diukur dari pusat lensa itu dinamakan panjang fokus. Panjang fokus dari sebuah lensa konvergen didefinisikan sebagai suatu kuantitas positif, dan lensa seperti itu disebut juga lensa positif. Garis horizontal pusat dinamakan sumbu optik. Kedua panjang fokus f selalu sama untuk sebuah lensa tipis, walaupun bila kedua sisi itu mempunyai kelengkungan yang berbeda Young, 2001 547-548. Menurut Halliday 1978 660-663 titik fokus pertama untuk lensa titpis F1 adalah posisi benda agar bayangannya terletak jauh di tak berhingga. Untuk lensa titpis, titik fokus pertama dan kedua terletak pada sisi yang berlawanan dan berjarak sama dari cembung disebut juga lensa konvergen pengumpul sinar karena lensa ini membelokkan berkas-berkas cahaya sehingga mengumpul pada satu titik. Lensa cembung membelokkan arah berkas-berkas sinar yang saling sejajar ke satu titik yang disebut fokus utama. Jarak fokus titik api adalah jarak antara fokus utama dan lensa. Lensa cekung disebut juga lensa divergen penyerak sinar karena membelokkan berkas-berkas cahaya yang sejajar sehingga saling menjauh. Titik fokus dari lensa cekung terletak di belakang lensa, yaitu pada titik yang menjadi sumber cahaya semu. Benda akan terlihat lebih kecil jika dilihat lewat lensa cekung, persis pada bayangan pada cermin cembung. Menambah kelengkungan lensa cekung akan mengurangi jarak fokus dan membuat citra objek terlihat lebih kecil Holland, 2005 315. Sebuah lensa dengan panjang fokus yang positif lensa konvergen, jika sebuah benda berada di luar titik fokus pertama F1 dari lensa ini yakni, bila s>f, mka jarak bayangan s’ adalah positif yakni bayangan itu berada pada posisi yang sama dengan sinar ke luar, byangan ini nyata dan terbalik. Sebuah benda yang diletakkan di dalam titik fokus pertama dari sebuah lensa konvergen, sehingga s 2f, sifat bayangannya nyata, terbalik, diperkecil Lensa Cekung Lensa cekung adalah lensa yang bagian tengahnya lebih tipis daripada bagian pinggirnya. Lensa cekung ada 3 macam bentuk yaitu lensa bikonkaf cekung rangkap, lensa plakonkaf cekung datar, dan lensa konveks konkaf cekung cembung.lensa cekung disebut juga lensa negative. Lensa cekung memiliki sifat dapat menyebarkan cahaya divergen. Lensa cekung disebut lensa divergen karena dapat memancarkan berkas sinar cahaya yang sejajar sumbu utama dan seolah-olah berasal dari satu titik di depan lensa. Apabila seberkas cahaya sejajar sumbu utama mengenai permukaan lensa cekung, maka berkas cahaya tersebut akan dibiaskan menyebar seolah-olah berasal dari satu titik. Gambar 9 Macam lensa cekung Karena focus lensa cekung berada di depan lensa, maka focus tersebut maya, jarak titik apimya of = F bernilai negative. Sifat lensa cekung yaitu menyebarkan sinar yang datang maka disebut lensa divergen. Gambar 10 Macam lensa cekung Jalannya sinar istimewa dan lukisan bayangan pada lensa cekung Gambar 11 Jalannya sinar istimewa dan lukisan bayangan pada lensa cekung Bayangan maya, tegak, diperkecil Sinar sejajar sumbu utama dibiaskan seolah-olah dari focus di depan lensaSinar menuju focus di belakang lensa dibiaskan sejajar sumbu utamaSinar yang melalui vertek diteruskan tanpa berubah arah Penomeran Ruang pada Lensa Tipis Pada lensa dibedakan antara nomo ruang untuk benda dengan nomor ruang bayangan. Penulisan ruang untuk benda menggunakan angka romawi I, II, III< dan IV. Sedangkan penulisan ruang untuk bayangan menggunakan angka arab 1, 2, 3, dan 4. Gambar 12 Penomeran ruang lensa Pada ruang benda berlaku Ruang I antara titik pusat optic O dan f2Ruang II antara f2 dan 2f2Ruang III disebelah kiri 2f2Ruang IV ada di belakang lensa benda maya Pada ruang bayangan berlaku Ruang 1 antara titik pusat optic O dan f1Ruang 2 antara f1 dan 2f1Ruang 3 disebelah kanan 2f1Ruang 4 ada di depan lensa bayangan maya Berlaku R benda + R bayangan = s ……………………1 Rumus – rumus pada Lensa Persamaan pembuat lensa yaitu ………………..2 Untuk menentukan titik focus pada lensa cembung dapat digunakan persamaan berikut ………………..3 Untuk menentukan titik focus pada lensa cekung dapat digunakan persamaan berikut ………………..4 METODE Alat dan BahanBangku optik 1 buahLensa cembung 1 buahLensa cekung 1 buahLilin 1 buahLayar 1 buahGambar rangkaian percobaanRangkaian percobaan lensa cembung Gambar 13 Percobaan lensa cembung Rangkaian percobaan lensa cekung Gambar 14 Percobaan lensa cekung Variabel PercobaanPercobaan Lensa Cembung Variabel control Lensa cembungJarak lensa Variable manipulasi Jarak benda Variable respon Jarak bayanganJarak fokus Percobaan Lensa Cekung Variabel control Lensa cekungLensa cembungJarak antara lensa cekung dengan lensa cembung Variable manipulasi Jarak benda Variable respon Jarak bayanganJarak fokus Langkah percobaanPercobaan Lensa CembungMerangkai alat seperti pada gambarMenggeser lensa dan layer sehingga didapatkan citra bayangan yang jelas dan tajam di layarMencatat jarak antara benda dan lensa, serta layar dengan lensaMenghitung jarak focus lensaMengulangi langkah ke-2 hingga ke-4 sesuai dengan variable manipulasi Percobaan Lensa CekungMerangkai alat seperti pada gambarMenggeser lensa dan layar, sehingga didapatkan citra bayangan yang jelas dan tajam di layarMencatat jarak antara benda dan lensa, serta layar dengan lensaMenghitung jarak focus lensaMengulangi langkah ke-2 hingga ke-4 sesuai dengan variable manipulasi HASIL DAN PEMBAHASAN Data Dari percobaan yang telah dilakukan diperoleh data sebagai berikut Lensa Cembung Perc kes+ ± 0,05 cms’+ ± 0,05 cmf+120,0022,0010,47222, Lensa Cekung P E R C. ked ± 0,05 cms- ± 0,05 cms’+ ± 0,05 cms’- cm f-110,0020,0028,006,8210,34210,0022,0027,006,8910,03310,0024,0026,007,1210,12410,0026,0025,507,3310,20510,0028,0025,207,5910,41610,0030,0025,007,8710,66710,0032,0024,807,9710,61810,0034,0024,608,1310,68910,0036,0024,408,2310,661010,0038,0024,208,3410,68 Analisis Data Pada percobaan lensa cembung, dilakukan dengan cara merangkai alat seperti pada gambar percobaan 13. Kemudian menggeser lensa dan layar sehingga didapatkan citra bayangan yang jelas dan tajam di layar. Percobaan dilakukan dengan memanipulasi jarak benda s+ sebanyak 10x., sehingga diperoleh jarak bayangan s’+ pada benda. Pada percobaan pertama dengan s+ 20,00 cm diperoleh nilai s’+ sebesar 22 cm. Pada percobaan kedua dengan s+ 22,00 cm diperoleh nilai s’+ sebesar 20,5 cm. Pada percobaan ketiga dengan s+ 24,00 cm diperoleh nilai s’+ sebesar 19 cm. Pada percobaan keempat dengan s+ 26,00 cm diperoleh nilai s’+ sebesar 18 cm. Pada percobaan kelima dengan s+ 28,00 cm diperoleh nilai s’+ sebesar 17 cm. Pada percobaan keenam dengan s+ 30,00 cm diperoleh nilai s’+ sebesar 16,5 cm. Pada percobaan ketujuh dengan s+ 32,00 cm diperoleh nilai s’+ sebesar 16 cm. Pada percobaan kedelapan dengan s+ 34,00 cm diperoleh nilai s’+ sebesar 15 cm. Pada percobaan kesembilan dengan s+ 36,00 cm diperoleh nilai s’+ sebesar 14,5 cm. Pada percobaan kesepuluh dengan s+ 38,00 cm diperoleh nilai s’+ sebesar 14 cm. Grafik 1 Hubungan pengaruh S+ terhadap S’+ Hal ini dapat diketahui bahwa jarak benda mempengaruhi jarak bayangan. Dengan semakin besar jarak benda, maka semakin kecil jarak bayangan yang dihasilkan lensa cembung. Pada lensa cembung, didapatkan R2 sebesar 0,9629, sehingga taraf ketelitian yang didapatkan adalah 96,29%. Pada percobaan lensa cekung, dilakukan dengan menggunakan bantuan lensa cembung. Karena apabila hanya menggunakan lensa cekung, maka bayangan tidak akan terbentuk. Karena sifat lensa cekung yaitu menyebarkan cahaya dan bayangan bersifat maya. Lensa cembung berfungsi untuk mengupulkan berkas cahaya dan membentuk bayangan agar dapat ditangkap oleh layar. Sehingga dibutuhkan lensa cembung dalam percobaan ini agar cahaya dapat terkumpul pada satu titik. Percobaan dilakukan denga cara merangkai alat seperti pada gambar percobaan 14. Kemudian menggeser lensa dan layar sehingga didapatkan citra bayangan yang jelas dan tajam di layar. Percobaan dilakukan dengan memanipulasi jarak benda s- sebanyak 10x., sehingga diperoleh jarak bayangan s’+ pada benda. Untuk s’- diperoleh dari perhitungan menggunakan rumus , dengan menggunakan rata-rata f+ pada lensa cembung yang telah didapat. Pada percobaan pertama dengan s- 20,00 cm diperoleh nilai s’- sebesar 6,82 cm. Pada percobaan kedua dengan s- 22,00 cm diperoleh nilai s’- sebesar 6,89 cm. Pada percobaan ketiga dengan s- 24,00 cm diperoleh nilai s’- sebesar 7,12 cm. Pada percobaan keempat dengan s- 26,00 cm diperoleh nilai s’- sebesar 7,33 cm. Pada percobaan kelima dengan s- 28,00 cm diperoleh nilai s’- sebesar 7,59 cm. Pada percobaan keenam dengan s- 30,00 cm diperoleh nilai s’- sebesar 7,87 cm. Pada percobaan ketujuh dengan s- 32,00 cm diperoleh nilai s’- sebesar 7,97 cm. Pada percobaan kedelapan dengan s- 34,00 cm diperoleh nilai s’- sebesar 8,13 cm. Pada percobaan kesembilan dengan s- 36,00 cm diperoleh nilai s’- sebesar 8,23 cm. Pada percobaan kesepuluh dengan s- 38,00 cm diperoleh nilai s’- sebesar 8,34 cm. Grafik 2 Hubungan pengaruh S- terhadap S’- Hal ini dapat diketahui bahwa jarak benda mempengaruhi jarak bayangan. Dengan semakin besar jarak benda, maka semakin besar pula bayangan yang dihasilkan lensa cekung. Pada lensa cekung, didapatkan R2 sebesar 0,9793, sehingga taraf ketelitian yang didapatkan adalah 97,93%. Pada percobaan lensa cembung, untuk menghitung jarak focus lensa cembung dapat menggunakan persamaan . Didapatkan 10 nilai focus lensa cembung secara berturut-turut adalah 10,47cm; 10,61cm; 10,60cm; 10,63cm; 10,57; 10,64cm; 10,66cm; 10,40cm; 10,33cm; 10,23cm, dengan rata-rata 10,51cm, ketidakpastian 0,044 cm, dan taraf ketelitian 95,6%. Jika dibandingkan dengan jarak focus lensa cembung secara teori yakni 10cm, maka hasil yang didapat dengan percobaan termasuk mendekati teori. Sedangkan pada percobaan lensa cekung, untuk menghitung jarak focus lensa cekung dapat menggunakan persamaan . Didapatkan 10 nilai focus lensa cekung secara berturut-turut adalah -10,34cm; -10,03cm; -10,12cm; -10,20cnm; -10,41cm; -10,66cm; -10,61cm; -10,68cm; -10,66cm; -10,68cm, dengan rata-rata -10,43cm, ketidakpastian 0,077cm, dan taraf ketelitian 92,3%. Adapun jarak focus untuk lensa cekung secara teori yakni sebesar 10cm, dibandingkan dengan hasil percobaan, maka hasil yang didapat termasuk mendekati teori. Perbedaan yang didapatkan antara percobaan dengan teori disebabkan oleh ketidaktelitian praktikan ketika melakukan pembacaan pada skala ukur sehingga menyebabkan terjadinya salah ukur. Hal lain yang menyebabkan kurang akuratnya hasil yang diperoleh yakni kurangnya sarana dalam percobaan, sumber cahaya yang kurang terang menyebabkan bayangan pada skala sehingga cara pembacaan menjadi kurang teliti. PENUTUP Simpulan Pengaruh jarak benda terhadap jarak bayangan pada lensa cembung yaitu semakin besar jarak benda maka semakin kecil jarak bayangan yang terbentuk pada layar. Sehingga hubungan jarak benda dan jarak bayangan pada lensa cembung berbanding jarak benda terhadap jarak bayangan pada lensa cekung yaitu semakin besar jarak benda maka semakin besar pula jarak bayangan yang terbentuk pada layar. Sehingga hubungan jarak benda dan jarak bayangan pada lensa cembung berbanding teoritis jarak focus lensa cembung yaitu 10 cm, sedangkan nilai rata-rata jarak focus pada lensa cembung diperoleh secara praktikum yakni sebesar 10,51 ± 0,044 cm, dengan taraf ketelitian 95,6%.Nilai teoritis jarak focus lensa cekung yaitu 10 cm, sedangkan nilai rata-rata jarak focus pada lensa cekung diperoleh secara praktikum yakni sebesar 10,43 ± 0,077 cm, dengan taraf ketelitian 92,3%. Saran Pahami benar konsep atau materi dari praktikum yang akan melakukan praktikum, sebaiknya periksa semua alat dan bahan yang akan digunakan. Pastikan alat dan bahan tersebut dapat digunakan dengan dengan cermat perubahan-perubahan yang saat menggeser tumpukan penjepit pada rel presisi, karena apabila salah menggeser sedikit saja, akan berpengaruh terhadap lilin yang digunakan cukup untuk sekali praktikum dan tingginya sejajar dengan lensa, agar bayangan yang dibentuk juga dilakukan didalam ruangan yang minim angin agar api tidak tekena angin untuk memperjelas bentuk bayangan. DAFTAR PUSTAKA Abdullah, Mikhrajuddin. 2017. Fisika Dasar II. Bandung ITB. Sarojo, G. 2011. Gelombang dan Optika. Jakarta Salemba T. Sunaryono. 2010. Super Tips dan Trik Fisika. Jakarta Wahyumedia. TIM Laboratorium Fisika Dasar. 2020. Buku Panduan Praktikum FISIKA DASAR II Edisi Revisi. Surabaya Laboratorium FISIKA DASAR Jurusan Fisika FMIPA UNESA. Link download jurnal
verapurnamasari verapurnamasari Fisika Sekolah Menengah Pertama terjawab • terverifikasi oleh ahli Iklan Iklan Pengguna Brainly Pengguna Brainly Lensa / f = 1 / s + 1 / s'f = s's / s' + s = 60 cm20 cm / 60 cm + 20 cm = 15 cm Iklan Iklan arumsaryy19 arumsaryy19 1/f=1/so+1/si1/f=1/20+1/601/f=3/60+1/601/f=4/601/f=1/15jadi jarak fokus 15 cm Iklan Iklan Pertanyaan baru di Fisika tolong bantu butuh banget​ Sebutkan organ pencernaan yang berada di mulut sapi dan sebutkan fungsinya masing-masing 11. Sebuah mobil ditarik oleh truk dengan percepatan 2 m/s2 . Jika massa mobil adalah 600 kg maka gaya yang dibutuhkan untuk menarik truk adalah … A. … 200 N B. 750 N C. N D. N ​ Buatlah ringkasan ttg momentum dan impuls kelas 11​ Tujuan Mengetahui cara mengatur nada pada bunyi Alat Karet gelang, 2buah pensil, dan kardus kecil Langkah kerja 1. Kaitkan sebuah karet pada pen … ggaris 2. Letakkan kedua pensil diantara pendil dan kardus kecil 3. Petik karet yang ada diantara dua pensil 4. Dengarkan bunyi yang dihasilkan 5. Jauhkan pensil kedua dari pensil pertama 6. Dengarkan bunyi yang dihasilkan 7. Bandingkan dengan bunyi sebelummnya . Bunyi mana yang lebihbnyaring?... Kesimpulan percobaan Semakin panjang karet, bunyi yang dihasilkan semakin?.... Sebelumnya Berikutnya Iklan
TCJawaban yang benar adalah b. 15 cm dan 3 x Rumus lensa cembung 1/f = 1/s + 1/s' M = s'/s DImana f = Jarak fokus cm s = Jarak benda cm s' = Jarak bayangan cm M= Perbesaran bayangan DIketahui s = 20 cm s' = 60 cm DItanya f =....? M =....? Pembahasan Dari soal, bayangan yang dihasilkan terbalik yang berarti bayangan bersifat nyata, lensa cembung. 1/f = 1/s + 1/s' 1/f = 1/20 + 1/60 1/f = 3/60 + 1/60 1/f = 4/60 f = 60/4 f = 15 cm M = s'/s M = 60/20 M = 3 kali Jadi, jarak fokus lensa dan perbesaran bayangan adalah 15 cm dan 3x Oleh karena itu jawaban yang benar adalah b. 15 cm dan 3 xYah, akses pembahasan gratismu habisDapatkan akses pembahasan sepuasnya tanpa batas dan bebas iklan!
ASMahasiswa/Alumni Institut Teknologi Bandung06 Juli 2022 2346Jawaban yang benar adalah D. 15 cm Untuk mencari panjang titik fokus lensa dapat digunakan rumus 1/f = 1/so + 1/si dimana f = jarak fokus lensa cm so = jarak benda dari lensa cm si = jarak bayangan dari lensa cm Diketahui so = 20 cm si = 60 cm Ditanya f Jawab 1/f = 1/so + 1/si 1/f = 1/20 + 1/60 1/f = 3/60 + 1/60 1/f = 4/60 1/f = 4/60 f = 60/4 f = 15 cm Jadi jawaban yang benar adalah DYah, akses pembahasan gratismu habisDapatkan akses pembahasan sepuasnya tanpa batas dan bebas iklan!
jarak fokus lensa berdasarkan data pada gambar tersebut adalah