Mewujudkanoptimalisasi pemanfaatan berbagai sumber daya alam melalui identifikasi dan inventarisasi kualitas dan kuantitas sumber daya alam sebagai potensi dalam pembangunan nasional. Memperluas pemberian akses informasi kepada masyarakat mengenai potensi sumber daya alam di daerahnya dan mendorong terwujudnya tanggung jawab sosial untuk
KKNDR Berbasis Media Sosial Dengan Tema Potensi dan Sumber Daya Alam yang ada di Desa Purwodadi Simpang. •Nama : Deki Aldi RamadhanNPM : 1851020341Prodi
Potensipengembangan budidaya tambak di kabupaten sidoarjo sangat besar. Berdasarkan data dinas kelautan dan perikanan kabupaten sidoarjo memiliki potensi budidaya tambak sebesar 15.530 hektare. Berikut secara lengkap luas lahan budidaya tambak di Kabupaten Sidoarjo: 1. Kecamatan Jabon 4.144 hektare. 2. Kecamatan Sedati 4.100 hektare. 3.
Penghalauandilakukan pada 3 titik di areal kebun yang berbatasan langsung dengan Taman Nasional Gunung Leuser. Selain itu, Tim juga melakukan pemasangan camera trap di 2 titik. Sampai saat ini, petugas Seksi Konservasi Wilayah II Stabat melalui Resort Aras Napal 242 bersama dengan lembaga mitra YOSL-OIC dan WCS masih berada di sekitar lokasi
33mengidentifikasi persoalan, identifikasi peluang, potensi, dan hambatan. Kedua, Salah satu lembaga amil zakat yang ada di kota Medan adalah Rumah Zakat. Sebagai fasilitator, Rumah Zakat berusaha menggali potensi sumber daya manusia, alam, sekaligus mengembangkan kesadaran anggota masyarakat akan kendala maupun permasalahan yang
penelitianini bertujuan untuk mengeksplorasi kekayaan dan potensi kawasan kalangnyar, karenanya digunakan metode eksploratif dan diskriptif, yakni mengeksplorasi seluruh potensi yang ada diuraikan
. Abstrak Kabupaten Sidoarjo merupakan salah satu kabupaten strategis karena dekat dengan ibu kota provinsi dan juga termasuk dalam wilayah penyangganya. Dari kabupaten strategis itulah membuat kabupaten Sidoarjo memilik beberapa potensi daerah salah satunya wilayah tambak yang memiliki hasil produk perikanan berupa bandeng dan udang. Karena potensi inilah perlu adanya pengembangan potensi wilayah tambak kabupaten Sidoarjo agar bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian pustaka hasil penelitian tambak merupakan potensi kabupaten Sidoarjo komoditas unggul bandeng dan udang, perlu adanya pemberdayaan masyarakat wilayah tambak dan pembentukan Usaha Kecil Menengah, terdapat kendal dalam pengembangan potensi tambak, Terdapat komoditas lain selain dari potensi tambak berupa garam, dan perlu adanya etika lingkungan demi menjaga lingkungan sekirat wilayah tambak agar tetap terjaga. Kesimpulanya potensi wilayah tambak kabupaten Sidoarjo haruslah dikembangkan semaksimal dan optimal mungkin agar dapat bermanfaat bagi masyarakat dan pemerintahan daerah Kata kunci Kabupaten Sidoarjo, Potensi, dan Tambak Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free 1 PENGEMBANGAN POTENSI WILAYAH TAMBAK KABUPATEN SIDOARJO SEBAGAI PRODUK UNGGULAN DAERAH Muhammad Anang Nasrulloh Program Sarjana Pendidikan Geografi, Sarjana, Universitas Negeri Surabaya Jl. Lidah Wetan, Lakarsantri, Surabaya, Jawa Timur 60213 Abstrak Kabupaten Sidoarjo merupakan salah satu kabupaten strategis karena dekat dengan ibu kota provinsi dan juga termasuk dalam wilayah penyangganya. Dari kabupaten strategis itulah membuat kabupaten Sidoarjo memilik beberapa potensi daerah salah satunya wilayah tambak yang memiliki hasil produk perikanan berupa bandeng dan udang. Karena potensi inilah perlu adanya pengembangan potensi wilayah tambak kabupaten Sidoarjo agar bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian pustaka hasil penelitian tambak merupakan potensi kabupaten Sidoarjo komoditas unggul bandeng dan udang, perlu adanya pemberdayaan masyarakat wilayah tambak dan pembentukan Usaha Kecil Menengah, terdapat kendal dalam pengembangan potensi tambak, Terdapat komoditas lain selain dari potensi tambak berupa garam, dan perlu adanya etika lingkungan demi menjaga lingkungan sekirat wilayah tambak agar tetap terjaga. Kesimpulanya potensi wilayah tambak kabupaten Sidoarjo haruslah dikembangkan semaksimal dan optimal mungkin agar dapat bermanfaat bagi masyarakat dan pemerintahan daerah Kata kunci Kabupaten Sidoarjo, Potensi, dan Tambak A. PENDAHULUAN Kabupaten Sidoarjo merupakan salah satu kabupaten yang terdapat di Jawa Timur dengan Jumlah Penduduk di Kabupaten Sidoarjo tahun 2019 hasil proyeksi penduduk mencapai dan merupakan Kabupaten penyangga Ibukota Provinsi. Namun pada kesempatan ini akan lebih berfokus kepada potensi tambak kabupaten Sidoarjo. Kabupaten Sidoarjo memilik wilayah potensial berupa tambak dengan lahan potensi luas tambak sekitar hektar. Meski hasil tambak baru diperhatikan oleh pemerintah daerah pada saat peningkatan hasil produksi tambak pada tahun 2005 sampai 2015. Dengan adanya potensi ini perlu adanya pengembangan dari potensi tersebut. Potensi tersebut berupa produk perikanan dan garam. Adapun beberapa cara dalam mengembangkan potensi wilayah tambak kabupaten Sidoarjo dengan cara pemberdayaan masyarakat sekitar tentang bagaimana cara mengolah produk tambak dan pemasaran dengan kreatif dan inovatif. Kendala-kendala dalam pengembangan potensi wilayah tambak juga memiliki kendala diantarnya pencemaran, masih dapat ditemukan 1 pencemaran, 2 perubahan kualitas tanah dan air yang semakin menurun,3 . Belum termanfaatkannya sumberdaya mangrove sebagai sumber industri pangan alternatif yang baru dengan baik, 4 Tenaga kerja di tambak sangat terbatas, ongkos tenaga kerja mahal, serta kurang didukung oleh pengetahuan dan keahlian berbudidaya yang benar, 5 Sifat fisik tanah aluvial kelabu sangat labil, mudah terjadi kebocoran dan pergeseran tanah sehingga biaya perawatan konstruksi penunjang kegiatan budidaya di tambak sangat tinggi dan terus menerus, 6 tergantung pada pasang surut air laut,7 Tanaman mangrove sebagai hiperakumulator alami semakin berkurang, 8 Alih fungsi lahan. Dan diperlukanya etika lingkungan agar tetap terpeliharanya lingkungan sekitar tambak. 2 B. METODE PENELITIAN Penelitian ini, menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, sedangkan jenis penelitian menggunakan kepustakaan, yang bersumber dari beberapa karya tulis ilmiah dan jurnal geografi atau data yang memiliki kaitan dengan objek penelitian. memiliki ciri telaah dan kepustakaan dilakukan supaya dapat terpecahkannya masalah pada intinya berpusat dari proses mendalam dan pengkajian yang kritis pada bahan kepustakaan yang tentunya relevan. M. Nazir menyatakan studi tentang kepustakaan merupakan cara untuk mengumpulkan data menggunakan studi pengkajian pada catatan-catatan, sumber literatur yang digunakan, buku-buku, serta berbagai laporan yang memiliki hubungan dengan suatu konflik yang akan terpecahkan. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif Menurut Sugiyono 20169 metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci. Penelitian ini merupakan pengembangan potensi wilayah tambak kabupaten Sidoarjo sebagai produk unggulan daerah . Karena potensi sumber daya alamnya yang melimpah seperti ikan bandeng dan udang dan di dukung dengan kearifan lokal masyarakat sekita yang lebih kepada telaah atau studi pustaka. C. HASIL DAN PEMBAHASAN Kabupaten Sidoarjo merupakan salah satu kabupaten yang terdapat di Jawa Timur dengan Jumlah Penduduk di Kabupaten Sidoarjo tahun 2019 hasil proyeksi penduduk mencapai dan merupakan Kabupaten penyangga Ibukota Provinsi. Secara tidak langsung Kabupaten Sidoarjo merupakan Kabupaten yang strategis dengan letak yang strategis dekat dengan kota besar Surabaya di bagian utara, di bagian barat berdekatan dengan kota Gresik, di bagian selatan berdekatan dengan Mojokerto dan Malang serta potensi-potensi yang ada seperti industri dan perdagangan, pariwisata, usaha kecil dan menengah, dan perikanan. Dengan adanya potensi serta dukungan sumber daya manusia yang memadai dapat memaksimalkan potensi daerah tersebut. kabupaten Sidoarjo memiliki luas wilayah Ha, 40,81 persennya terletak di ketinggian 3-10 m yang berasa di bagian tengah dan berair tawar, 29,99 persen memiliki ketinggian 0-3 meter yang berada di sebelah timur dan merupakan daerah pantai dan pertambakan, 29,20 persen terletak di ketinggian 10-25 meter dibagian barat. daerah Sidoarjo daerah pantai dan pertambakan terletak di sebelah timur dan sekitar 29,9% luas daerah dari luas wilayah dan ketinggian terhadap laut antara 0-3 m dari permukaan laut dan dibagian tengah Kabupaten Sidoarjo berada di ketinggian antara 3-10 m dari permukaan laut dan berair tawar yang memiliki luas 40,81% dari seluruh wilayah dan wilayah bagian barat berada diketinggian 10-25 dari permukaan laut dan meliputi 29,2% dari luas kabupaten. Melihat secara geografis Sehingga ketika kita memasuki Kota Sidoarjo, maka akan terlihat ikon kota ini yaitu bandeng dan udang. Sehingga kota Sidoarjo terdapat tiga kecamatan sebagai wilayah penghasil tambak, yaitu kecamatan Jabon, kecamatan Candi dan kecamatan Sedati. Di sektor perikanan kabupaten Sidoarjo memliki komoditas unggul seperti bandeng dan 3 udang dan merupakan komoditas salah satu komoditas andalan kabupaten Sidoarjo. Potensi dari sektor perikanan, hal ini dapat dilihat dari potensi luas tambak sekitar hektar, dalam hal ini memberikan kesejahteraan bagi petani tambak sekitar dan kesejahteraan pendega sekitar Potensi yang ada adalah hasil tambak berupa ikan bandeng dan udang. Dalam kisara tahun 2005-2010 produksi tambak mengalami peningkatan dengan produksi pada tahun 2005 sebesar ton meskipun begitu di tahun 2004 produksi tambak mengalami penurunan sekitar 0,97 persen, hal ini berdasarkan laporan tahunan. Pada tahun 2006, Kabupaten Sidoarjo dapat menguasai produksi budidaya tambak sebesar 30,4 persen. Hal tersebut sesuai dengan data yang dimiliki data makro sosial dan ekonomi provinsi Jawa Timur pada tahun 2001 sampai 2006. tahun 2005 ke 2006 mengalami penurunan sebesar 370,900 kg atau menurun sebesar -1,64%, hal ini dikarenakan oleh penurunan produksi di Bandeng, Udang Windu yang turun kurang lebih pada tahun 2012 sampai 2013 terjadi peningkatan peningkatan dan produksi ikan yang paling banyak yaitu ikan bandeng, hal ini dikarenakan sumberdaya air yang digunakan serta menggunakan sistem untuk tambak bandeng. Sedangkan untuk udang sendiri yaitu udang vanamei yang mencapau ton di tahun 2013 serta untuk rumput laut mengalami peningkatan yang awalnya hanya pada tahun 2012 sampai 2013 menjadi hal ini dikarenakan budidaya rumput laut mendapat perhatian pemerintah lebih semenjak tahun 2010. produksi perikanan tambak di Sidoarjo sekitar tahun 2014 sampai 2015 mengalami perkembangan yang cukup besar meskipun hitungannya per kg tetapi hasil ini merupakan hasil yang bagus. Dalam pengolahan hasil tambak diperlukan kontribusi langsung dari masyarakat sekitar agar pengolahan hasil tambak tidak merugikan masyarakat sendiri. Dapat dilakukan dengan membentuk usaha kecil menengah dan perlu adanya pemberdayaan dari pemerintah daerah kepada masyarakat agar sumber daya masyarakat yang ada dapat meningkat dan mampu mengolah hasil tambak. Adapun cara yang dapat dilakukan dalam meningkatkan sumber daya manusia masyarakat sekitar tambak. Melakukan pelatihan pembuatan produk dan pemasaran produk. Dari kegiatan pelatihan ini diharapkan masyrakat dapat mengelola usahanya dengan baik dan dapat menciptakan produk yang mempunyai daya saing. Kreatifitas dan inovasi adalah hal yang sangat penting dalam dalam sebuah pengembangan potensi. Dalam pengolahan hasil tambak kabupaten Sidoarjo tidak harus selalu produk mentah berupa ikan bandeng segar dapat di inovasikan menjadi produk olahan seperti ikan bandeng asap, terasi, dan otak-otak. Fakta empiris yang ditemukan di kalangan pengusaha olahan menyatakan bahwa bahan baku utama ikan dan udang’ maupun bahan pembantu selalu tersedia, dan mudah akses untuk memperolehnya meskipun dari luar pulau Jawa sekalipun. Dalam pemasaran hasil perikanan produk olahan kabupaten Sidoarjo dianggap mudah karena telah memiliki image yang kuat dibenak konsumen bahwa kabupaten Sidoarjo merupakan sentra penghasil berbagai olahan hasil perikanan yang memiliki cita rasa tinggi. 4 Potensi wilayah tambak kabupaten Sidoarjo bukan hanya produk perikanan saja yang dapat dikembangkan adapun tambak garam yang juga bernilai ekonomis. di lihat dari kesesuaian lahannya terdapat lahan yang sesuai untuk tambak garam dengan luas lahan Ha atau 16,12% dari luas Kecamatan Sedati yang berada pada kelas Sangat Sesuai dan Ha atau 70,7% pada kelas Sesuai, serta Ha atau 13,18% lahan yang Tidak Sesuai. Daerah lahan yang sangat sesuai untuk tambak garam berada pada daerah yang dekat dengan garis pantai. Meskipun wilayah tambak kabupaten Sidoarjo memiliki potensi namun terdapat kendala-kendala yang harus dihadapi dalam pengembangan potensi wilayah tambak kabupaten Sidoarjo, diantaranya 1 pencemaran, 2 perubahan kualitas tanah dan air yang semakin menurun,3 . Belum termanfaatkannya sumberdaya mangrove sebagai sumber industri pangan alternatif yang baru dengan baik, 4 Tenaga kerja di tambak sangat terbatas, ongkos tenaga kerja mahal, serta kurang didukung oleh pengetahuan dan keahlian berbudidaya yang benar, 5 Sifat fisik tanah aluvial kelabu sangat labil, mudah terjadi kebocoran dan pergeseran tanah sehingga biaya perawatan konstruksi penunjang kegiatan budidaya di tambak sangat tinggi dan terus menerus, 6 tergantung pada pasang surut air laut,7 Tanaman mangrove sebagai hiperakumulator alami semakin berkurang, 8 Alih fungsi lahan. Etika lingkungan dalam mengembangkan potensi wilayah tambak kabupaten Sidoarjo dapat dilakukan dengan penerapan paradigma biosentrisme dan ekosentrisme. Biosentrisme memandang bahwa setiap kehidupan dan makhluk hidup memunyai nilai yang berharga pada dirinya sendiri, sehingga sumberdaya seperti ikan bandeng, udang , dan vegetasi pesisir tidak dianggap sebagai sesuatu yang bernilai ekonomis saja tetapi juga perlu untuk dijaga kelestariannya. Ekosentrisme merupakan kelanjutan dari biosentrisme. Ekosentrisme memandang bahwa semua komponen dalam suatu lingkungan baik biotik maupun abiotik memunyai nilai yang berharga pada dirinya sendiri dan pesisir sehingga dapat dirasakan juga oleh generasi mendatang. D. SIMPULAN Pengembangan potensi wilayah tambak kabupaten Sidoarjo merupakan salah satu bentuk pemanfaatan potensi sumber daya alam yang dilakukan secara optimal. Kabupaten Sidoarjo yang memiliki wilayah tambak yang membentang dari utara sampai selatan di sisi barat kabupaten Sidoarjo yang memiliki potensi hasil perikanan berupa ikan bandeng dan udang yang menjadi produk unggulan kabupaten Sidoarjo. Produk yang dihasilkan dari tambak tidak hanya berupa produk mentah berupa ikan bandeng dan udang saja, ada juga produk olahan dari hasil tambak tersebut berupa ikan bandeng asap, terasi, dan otak-otak. Hal ini dapat terjadi karena pemberdayaan masyarakat yang dilakukan, dengan sumber daya manusia yang meningkat diharapkan masyrakat dapat mengolah hasil tambak lebih kereatif dan inovatif. Produk olahan hasil perikanan di kabupaten Sidoarjo sendiri sudah dikenal dimana-mana dan memiliki image produk makanan dengan cita rasa tinggi. serta hasil lain berupa garam yang merupakan hasil tambak garam di lihat dari kesesuaian lahannya terdapat lahan yang sesuai untuk tambak garam dengan 5 luas lahan Ha atau 16,12% dari luas Kecamatan Sedati yang berada pada kelas Sangat Sesuai dan Ha atau 70,7% pada kelas Sesuai, serta Ha atau 13,18% lahan yang Tidak Sesuai. Meskipun memiliki potensi yang dapat dikembangkan. Namun juga terdapat kendala-kendala yang harus dihadapi dalam pengembangan potensi wilayah tambak dan perlu dilakukannya etika lingkungan dalam pengembangan potensi wilayah tambak kabupaten Sidoarjo. DAFTAR PUSTAKA Riyan dan 2017. Pengelolaan sumber daya manusia untuk memulai usaha olahan bandeng di desa Jenggolo Sidoarjo. Jurnal Fakultas Ekonomi UNUSA. Dini Atikawati, Totok Gunawan, dan Sunarto. 2019. Penerapan Etika Lingkungan Dalam Pengelolaan Wilayah Kepesisiran Tuban. Jurnal Geografi UGM. Artono. 2018. Program minapolitan pada perkembangan perikanan tambak di kabupaten Sidoarjo tahun 2005-2015. Jurnal UNESA. Titis Istiqomah, M. Pudjiharjo ,dkk. 2019. Analisi potensi keberlanjutan multi usaha sub sektor perikanan di kabupaten Sidoarjo. Jurnal UB. Hidayat, Nur 2017 Analisis Potensi Perikanan Tambak Kawasan Pesisir Kabupaten Sidoarjo. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya. Yuniar Mustikaningrum. 2014. Pemberdayaan usaha kecil menengah dalam pengolahan hasil ikan di desa Tambak Oso kecamatan Waru Sidoarjo. Jurnal UPN. Supriharyono, 2000. Pelestarian dan Pengelolaan Sumber Daya Alam di Wilayah Pesisir Tropis. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta Anugrah Dimas Susetyo, Eko Budi Santoso. 2016. Kesesuaian lahan perikanan tambak berdasarkan faktor-faktor daya dukung fisik di kabupaten Sidoarjo. Ejurnal ITS. Ferlyn Ayu. 2019. Pengaruh pembuangan lumpur lapindo di sungai porong terhadap pencemaran air tambak kecamatan jabon kabupaten sidoarjo. Jurnal mahasiswa UNESA. Analisis potensi wilayah. Eprints IPDN. ResearchGate has not been able to resolve any citations for this minapolitan pada perkembangan perikanan tambak di kabupaten Sidoarjo tahunArtonoArtono. 2018. Program minapolitan pada perkembangan perikanan tambak di kabupaten Sidoarjo tahun 2005-2015. Jurnal lahan perikanan tambak berdasarkan faktor-faktor daya dukung fisik di kabupaten Sidoarjo. Ejurnal ITSPengelolaan Sumber Daya Alam di Wilayah Pesisir Tropis. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta Anugrah Dimas Susetyo, Eko Budi Santoso. 2016. Kesesuaian lahan perikanan tambak berdasarkan faktor-faktor daya dukung fisik di kabupaten Sidoarjo. Ejurnal ITS. Ferlyn Ayu.
PALEMBANG-Kekayaan sumber daya alam dapat dimanfaatkan untuk menunjang dan mempermudah kegiatan manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya. Identifikasilah berbagai sumber daya alam di deerah tempat tinggalmu, kunci jawaban tema 9 kelas 4, halaman 87-88. Tematik 9 Kelas 4 SD/MI Subtema 2 Pemanfaatan Kekayaan Alam di Indonesia, Pembelajaran 5. Disclaimer Kunci jawaban di bawah hanya sebagai panduan bagi orang tua. Soal ini berupa pertanyaan terbuka yang artinya ada beberapa jawaban tidak terpaku seperti di bawah. Baca juga Buatlah Peta Konsep Manfaat Energi Matahari dengan Mengisi Kolom Berikut, Kunci Jawaban Kelas 4 Baca juga Berilah Contoh Hasil Sumber Daya Alam yang Dapat Diperbarui, Kunci Jawaban Tema 9 Kelas 4 Halaman 52 Ayo Membaca Halaman 85-87 Pemanfaatan Sumber Daya Alam Kekayaan sumber daya alam dapat dimanfaatkan untuk menunjang dan mempermudah kegiatan manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya. Manfaat kekayaan alam bagi masyarakat dapat dirasakan langsung, misalnya hasil pertanian dan perkebunan. Sayur-sayuran, buah-buahan, padi, merupakan contoh beberapa hasil kekayaan alam yang dapat dimanfaatkan secara langsung. Ada juga kekayaan alam yang dimanfaatkan secara tidak langsung. Artinya kekayaan alam tersebut haruslah diolah terlebih dahulu agar dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat. Misalnya minyak bumi yang harus diolah terlebih dahulu menjadi minyak tanah, solar, bensin, maupun aspal agar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Sumber daya alam yang kita miliki menghasilkan kekayaan alam berupa hasil pertanian, hasil perkebunan, hasil perikanan, hasil hutan, dan hasil tambang. Sumber daya alam tersebut akan bermanfaat apabila kita dapat mengolahnya dengan baik. Setiap kekayaan alam yang kita miliki mempunyai manfaat dan kegunaan masing-masing. Berikut tabel contoh hasil sumber daya alam dan manfaatnya. Tabel Soal Tema 9 Kelas 4 Halaman 86 Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013 Ayo Berdiskusi 87-88 Bersama kelompokmu coba identifikasilah berbagai sumber daya alam dan pemanfaatannya di daerah tempat tinggalmu bisa kota, kabupaten, maupun provinsi tempat tinggalmu. Tuliskan hasilnya pada kolom berikut. Tabel Jawaban Tema 9 Kelas 4 Halaman 87 Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013 Jawab Baca juga Apa yang Dapat Dilakukan Ketika Sumber Energi Digunakan Selama Ini Habis? Kunci Jawaban Kelas 4 Baca juga Contoh Perilaku Bertanggung Jawab Memanfaatkan Sumber Daya Alam, Kunci Jawaban Kelas 4
Increasing of land development for industrial and residential allotment in Sidoarjo, create land for agriculture and farms decreases slowly which is still potentially undermined by the allotment of industrial and residential development. To take advantage of employment land required for the evaluation of land resources planning regions based on geographical physical conditions including slope, soil, lithology, morphology, land cover, and hydrology. The system will be made in this study plan based Webmap which is the development of technologies of Geographic Information Systems GIS to research methods that will be used the system development life cycle SDLC, which is the methodology of the systems development life cycle by analyzing and designing a system that will wake. The purpose of this study is to create a system in the form webmap to show areas that have suitable land areas and land areas that do not fit in the field of agriculture and fisheries in each village or villages, shows agricultural production for food crops and fishery production. The benefits of this study will assist the relocation of agricultural land and fisheries to revive the economy and promote their products, so it does not change the land use is appropriate. Easing the Office of Government inform potential most suitable land or an area of land that is not suitable for agriculture and fisheries more quickly and accurately in the form of digital maps with webmap, and will help investors gain a strategic area to invest in agriculture or fisheries in the District Sidoarjo. Keywords land, agriculture, fisheries, webmap Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free Seminar Nasional Teknologi Informasi & Komputasi 2014 SENASTIK 2014 ISSN 2302-7088Bangkalan, 10-11 September 2014SI- 85WEB MAP UNTUK MENGETAHUI POTENSI LAHAN PERTANIANDAN PERIKANAN DI KABUPATEN SIDOARJO*Anik Vega Vitianingsih,**Yudi Kristyawan**Teknik Informatika- Universitas SurabayaJalan Semolowaru 84 Surabaya 60118E-Mail *vega banyaknya pembangunan lahan untuk industri dan peruntukan perumahan di KabupatenSidoarjo, membuat lahan untuk pertanian dan tambak semakin berkurang secara perlahan-lahan yangsebenarnya masih berpotensi tergerus oleh peruntukan pembangunan industri dan memanfaatkan lahan diperlukan kerja evaluasi sumber daya lahan untuk melakukanperencanaan wilayah berdasarkan pada kondisi fisik geografis diantaranya lereng, tanah, litologi,morfologi, penutup lahan, dan hidrologi. Sistem yang akan dibuat dalam rencana penelitian iniberbasis webmap yang merupakan pengembangan dari teknologi Sistem Informasi GeografisSIG dengan metode penelitian yang akan digunakan system development life cycle SDLC, yangmerupakan metodologi dalam siklus hidup pengembangan sistem dengan menganalisa danmerancang sistem yang akan bangun. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat sistem dalam bentukwebmap untuk menunjukkan daerah yang mempunyai area lahan yang sesuai dan area lahanyang tidak sesuai pada bidang pertanian dan perikanan disetiap desa atau kelurahan, menunjukkanhasil produksi pertanian untuk tanaman pangan dan produksi perikanan. Manfaat dari penelitian iniakan membantu relokasi tempat sebagai lahan pertanian dan perikanan untuk menghidupkanperekonomian dan memajukan hasil produksinya, sehingga tidak mengubah fungsi lahan yangsemestinya. Mempermudah Dinas Pemerintahan Kabupaten Sidoarjo menginformasikan potensilahan yang paling sesuai atau area lahan yang tidak sesuai untuk pertanian dan perikanan secaralebih cepat dan akurat dalam bentuk peta digital dengan media webmap, serta akan membantuinvestor memperoleh wilayah yang strategis untuk berinvestasi pada pertanian atau perikanan diKabupaten kunci lahan, pertanian, perikanan, webmapABSTRACTIncreasing of land development for industrial and residential allotment in Sidoarjo, create land foragriculture and farms decreases slowly which is still potentially undermined by the allotment ofindustrial and residential development. To take advantage of employment land required for theevaluation of land resources planning regions based on geographical physical conditions includingslope, soil, lithology, morphology, land cover, and hydrology. The system will be made in this studyplan based Webmap which is the development of technologies of Geographic Information SystemsGIS to research methods that will be used the system development life cycle SDLC, which is themethodology of the systems development life cycle by analyzing and designing a system that will purpose of this study is to create a system in the form webmap to show areas that have suitableland areas and land areas that do not fit in the field of agriculture and fisheries in each village orvillages, shows agricultural production for food crops and fishery production. The benefits of thisstudy will assist the relocation of agricultural land and fisheries to revive the economy and promotetheir products, so it does not change the land use is appropriate. Easing the Office of Governmentinform potential most suitable land or an area of land that is not suitable for agriculture and fisheriesmore quickly and accurately in the form of digital maps with webmap, and will help investors gain astrategic area to invest in agriculture or fisheries in the District land, agriculture, fisheries, webmap Seminar Nasional Teknologi Informasi & Komputasi 2014 SENASTIK 2014 ISSN 2302-7088Bangkalan, 10-11 September 2014SI - 86PENDAHULUANRencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Sidoarjo Tahun 2009-2029, Bagian Ketiga RencanaPengembangan kawasan budidaya dan kawasan Pertanian yang meliputi kawasan lahan sawah dankawasan perikanan. Upaya pengelolaan kawasan lahan pertanian dan kawasan lahan tambak yangada dilindungi dari perkembangan kegiatan industri dan pemukiman. Meningkatkan kualitas danproduktifitas kawasan pertanian terutama pada kawasan yang berteknologi tepat disertai denganpengembangan sarana dan prasarana pengairan dengan mengendalikan laju perubahan penggunaanlahan dari tambak menjadi permukiman atau industri, sehingga pemanfaatan lahan dapat digunakansebagaimana mestinya [1].Penggunaan lahan di Kabupaten Sidoarjo dapat diklasifikasikan menjadi sebelas jenis penggunaanlahan yaitu perkampungan, industri, pertambangan, sawah, pertanian lahan kering, hutan tanahbakau, perairan darat dan tambak, tanah terbuka, jalan, sungai/saluran irigasi, lain-lain. Luaspenggunaan lahan atau luas wilayah dataran Kabupaten Sidoarjo adalah Ha[2]. Pertaniandan perikanan di Sidoarjo mengalami penyempitan luas lahan dan cenderung turun sehingga hasilproduksinya juga cenderung mengalami penurunan. Hal ini diakibatkan adanya perubahan peruntukanlahan, termasuk untuk lahan industri baru dan untuk pengembangan pemukiman. Perkembangan kotaakan terus terjadi sejalan dengan perkembangan jumlah penduduk dan kegiatan sosial ekonomipenduduk yang menyertainya. Pertumbuhan penduduk mengakibatkan meningkatnya kebutuhanpangan untuk melangsungkan hidup. Untuk itu sebuah daerah akan lebih baik jika dapatmenghasilkan bahan makanan itu sendiri dengan memanfaatkan lahan pertanian dan tambaksebagai sumber untuk memenuhi kebutuhan yang ingin dipecahkan dalam penelitian yaitu pesatnya pengembangan perumahanyang ada di Kabupaten Sidoarjo, sehingga alih fungsi penggunaan lahan pertanian dan perikanankurang diperhatikan, serta sulitnya masyarakat untuk mengetahui potensi lahan yang mereka milikicocok untuk pertanian atau perikanan sehingga hasil panen kurang maksimal, belum adanya sistemyang dapat membantu Pemerintah Kabupaten Sidoarjo selaku pengambil keputusan untuk melakukanpengembangan wilayah potensi lahan, khususnya untuk pertanian dan yang merupakan pengembangan dari aplikasi Sistem Informasi Geografis SIG yangmempunyai kemampuan untuk melakukan analisis keruangan spatial analysis maupun waktutemporal analysis, sehingga mampu menghasilkan suatu analisis yang terintegrasi yangmencakup seluruh aspek, seperti beberapa penelitian yangsudah penulis lakukan [3-8].Tujuan dari penelitian ini dapat menghasilkan sebuah aplikasi webmap yang dapatmemberikan informasi, diantaranya informasi produksi pertanian tanaman pangan yang meliputitanaman pangan padi, jagung, kedelai dan tebu. Informasi produksi perikanan yang meliputi jenisikan udang dan ikan bandeng yang bisa dibudidayakan melalui lahan tambak. Informasi kesesuaianlahan yang cocok untuk menghasilkan produksi pertanian tanaman pangan dan lahan yang cocokuntuk untuk menghasilkan produksi perikanan, dengan parameter suhu, ketinggian wilayah, curahhujan, jenis air dan jenis yang dapat dihasilkan dihasilkan dari pembuatan aplikasi webmap dalampenelitian ini, diantaranya membantu masyarakat melalui aplikasi webmap untuk mengetahuikesesuaian lahan yang mereka miliki cocok untuk pertanian atau perikanan sehingga hasil panen akanmeningkat dan membantu Pemerintah Kabupaten Sidoarjo selaku pengambil keputusan untukmelakukan pengembangan wilayah potensi lahan, khususnya untuk pertanian dan perikanan denganmelihat hasil produksi tanaman pangan pertanian dan PENELITIANMetode penelitian yang akan digunakan dengan mengunakan metode model siklus hiduppengembangan sistem atau system development life cycle SDLC. SDLC adalah pendekatan melaluibeberapa tahap untuk menganalisa dan merancang sistem, dengan tahapan sebagai berikut [9] masalah, peluang dan tujuan; dengan melakukan Aktivitas Pustaka, dengan memperdalam dan memperluas konsep serta teori yang akan digunakanuntuk penelitian yang mana mengacu ke pustaka awal. Seminar Nasional Teknologi Informasi & Komputasi 2014 SENASTIK 2014 ISSN 2302-7088Bangkalan, 10-11 September 2014SI- Lapangan, dengan mengamati ruang lingkup penelitian terhadap manjemen pemakai,menyimpulkan pengetahuan yang diperoleh, mengestimasi cakupan sistem danmendokumentasikan hasil-hasilnya. Output tahap ini ialah laporan berisikan definisi masalahdan ringkasan tujuan, seperti daerah mana saja termasuk wilayah yang cocok untuk peruntukanwilayah pertanian tanaman pangan dan wilayah yang cocok untuk peruntukan syarat-syarat informasi, dengan mengukur ketersediaan data yang diperlukan untukmengembangkan sistem dengan memakai metode sampling. Parameter yang digunakan sebagaitolok ukur secara garis besar meliputi data peta yang akan digunakan dalam pembuatan layer, yang meliputi layer wilayah KabupatenSidoarjo dengan tingkat penyajian informasi pada tingkat pertanian untuk mengetahui produksi tanaman pangan padi, jagung, kedelai, dan produksi perikanan pada masing-masing untuk mengetahui potensi lahan meliputi suhu, ketinggian wilayah, curah hujan, jenisair dan jenis kebutuhan sistem, dengan meliputi sistem riil, evaluasi dan studi kelayakan data,diantaranya bentuk sistem webmap yang akan kebutuhan data spasial dan data atribut yang akan digunakan untuk mengolah aliran data yang akan digunakan untuk perancangan database dengan membuatanalisa proses yang ada dalam sistem dengan menggambarkan ke dalam diagram berjenjang sistem, dengan merupakan merancang data-data yang telah ada sebelumdiimplementasikan ke dalam program, diantaranya contextual data model CDM dan physical data model PDM proses dari sistem yang digambarkan dengan Sistem, mengimplementasi sistem yang telah dibuat pada perancangan sistem yangditujukan untuk memudahkan pemakaian dalam berinteraksi dengan sistem yang sistem, dengan evaluasi sistem riil, monitoring, updating Sistem, membuat dokumentasi seluruh hasil analisa, desain, dan implementasi kebutuhan sistem meliputi sistem riil, evaluasi dan studi kelayakan data denganmendiskripsikan bentuk sistem webmap yang akan dibuat, menganalisa kebutuhan data spasial dandata atribut yang akan digunakan untuk mengolah sistem dan menentukan aliran data yang akandigunakan untuk perancangan database dengan membuat analisa proses yang ada dalam sistemdengan menggambarkan ke dalam diagram berjenjang dan DFD. Aplikasi webmap yang akandibangun untuk pemetaan lahan pada suatu wilayah di Kabupaten Sidoarjo pada tingkat Desa yangcocok untuk pengembangan pertanian tanaman pangan atau lahan yang cocok untuk pengembanganperikanan, mengetahui hasil produksi yang dihasilkan pada tanaman pangan dan hasil produksiperikanan yang dihasilkan. Dengan adanya sistem ini diharapkan akan meningkatkan produktifitaspertanian dan perikanan dengan meningkatnya hasil panen. Entitas luar yang akan menggunakansistem aplikasi webmap ini yaitua. User atau masyarakat, sebagai pengunjung dari aplikasi sistem yang sudah Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, selaku pengambil keputusan untuk melakukan pengembanganwilayah potensi lahan, khususnya untuk pertanian dan perikanan dengan melihat hasil produksitanaman pangan pertanian dan DataData spasial yang berupa layer peta dan data atribut yang berupa tabel akan digunakan untukmembangun aplikasi webmap diantaranya master yang meliputi, data Kabupaten Sidoarjo, data Kecamata dan data Desa, data produksitanaman pangan pertanian dan data produksi perikanan. Seminar Nasional Teknologi Informasi & Komputasi 2014 SENASTIK 2014 ISSN 2302-7088Bangkalan, 10-11 September 2014SI - untuk proses analisa dalam menentukan menentukan kesesuaian lahan yang cocok untukpertanian atau lahan yang cocok untuk perikanan berdasarkan parameter data suhu, ketinggianwilayah, kelembaban, jenis air dan data jenis ProsesKebutuhan proses dari sistem yang akan dibangun digambarkan dengan Diagram Berjenjangyang merupakan hirarki proses yang ada dalam sistem, terdapat tiga proses utama dari systemyang akan dibangun yaitua. Proses manajemen data yang digunakan untuk mengelola data spasial dan data atribut yangdigunakan untuk melakukan proses menambah, merubah dan menghapus data spasial dan Proses kedua merupakan proses analisa untuk mengetahu potensi lahan pertanian dan potensi lahanperikanan dan proses ketiga merupakan proses untuk mengetahui laporan yang bias digunakanmasyarakat dan dinas terkait untuk mengetahui potensi lahan serta hasil produksi yang dihasilkan,seperti terlihat pada gambar 1 berikut,Dari gambar 1 tersebut selanjutnya direpresentasikan kedalam pembuatan data flow diagram DFD,yang digunakan untuk menggambarkan sistem baru kedalam aliran arus data dalam sistem terstrukturyang dikembangkan secara logika tanpa mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data tersebutmengalir dan data tersebut akan disimpan kedalam data store database, seperti yang terlihat padagambar 2 berikut,info ketinggian wilayah data jenis tanahdata jenis airdata curah hujandata ketinggian wilayahinfo desastatus login userdata login userinfo prod perikananinfo prod tanaman panganinfo suhuinfo kelembaban wilayahinfo jenis tanahinfo kecamataninfo kabupatenstatus logindata logindata suhudata produksi perikanandata produksi tanaman pangandata desadata kecamatandata kabupaten0WebMap Untuk mengetahu Potensi LahanPertanian dan Perikanan Kab Sidoarjo+Pengambil KeputusanAdminMasyarakatGambar 2. Context Diagram SystemPada gambar 2 tersebut merupakan gambaran umum dari sistem yang akan dibangun, terdapattiga entitas yang akan menggunakan aplikasi sistem yaitu masyarakat selaku pengguna sistem,pengambil keputusan selaku dinas yang terkait dan admin yang akan mengelola akan di compose dari Context Diagram System dengan tiga proses utama sepertiyang terlihat pada gambar 3 berikut,Webmap Untuk MengetahuiPotensi Lahan Pertanian danPerikanan di Kabupaten SidoarjoGambar 1. Diagram Berjenjang Proses Sistem Seminar Nasional Teknologi Informasi & Komputasi 2014 SENASTIK 2014 ISSN 2302-7088Bangkalan, 10-11 September 2014SI- 89potensi lahan pertanianpotensi lahan perikananket potensijenis tanah potensijenis lahan potensich potensisuhu potensidesa potensikec potensikab potensilap prod perikanan lap prod pertaniancurah hujanjenis tanahkabupatenkecamatandesajenis lahankeinggiansuhuprod perikananprod pertanianlogininfo ketinggian wilayahdata jenis tanahdata jenis airdata ketinggian wilayahdata curah hujaninfo desastatus login userdata login userlahan cocok perikananlahan cocok pertanianinfo prod perikananinfo prod tanaman panganinfo suhuinfo kelembaban wilayahinfo jenis tanahinfo kecamataninfo kabupatenstatus logindata logindata suhudata produksi perikanandata produksi tanaman pangandata desadata kecamatandata kabupatenAdminMasyarakatPengambil Keputusan1Manajemen Data+3Laporan+2Potensi Lahan+1 Login 2 Kabupaten3 Kecamatan4 Prod Tanaman Pangan5 Prod Perikanan6 Suhu7KetinggianWilayah8 Curah Hujan9 Jenis Air10 Jenis Lahan11 DesaGambar DFD LevelMerancang SistemMerancang sistem yang direkomendasikan yaitu dengan menggunakan informasi yangterkumpul sebelumnya untuk mencapai desain sistem informasi yang logik, merancangprosedur data entry sedemikian rupa sehingga data yang dimasukkan kedalam sistemdiimplementasikan ke dalam DatabaseMerancang database, dengan dengan menggunakan Entity Relationship Diagram atau ER-Diagram ini menggunakan desain conceptual Data Model CDM untuk mengetahuihubungan antar tabel atau entity dengan menentukan cardinality ratio CR danParticipation Constraint PC, seperti yang terlihat struktur gambar 4 berikut,Gambar 4. Entity Relationship Diagram dalam bentuk CDMselanjutnya hasil seluruh transformasi dari ER-diagram CDM ke ERD-Skema PDM, sepertipada gambar 5 berikut,prod tp des aperikanan desasuhu desaket d esach desaair desahasil prod t pperikanan k ecsuhu kecketinggian ke cch kecair keclahan desalahan kecbany akterdapatLoginusernamepaswordKabupatenidkabupatennamakabupatenKecamatanidkecamatannamakecamatanluasidkabupatenProd Tanaman PanganidkecamataniddesaprodpanenikanprodpanenudangProd PerikananidkecamataniddesaprodpadiprodjagungprodkedelaiprodtebuSuhuidkecamataniddesarata2suhuBulanKetinggian WilayahidkecamataniddesaketinggianCurah Hujanidkecamataniddesarata2curahhujanBulanJenis AiridkecamataniddesajenisairJenis Lahanidkecamataniddesalahankeringlahansawahlahanperkebunan Desaiddesanamadesaidkecamatanluas Seminar Nasional Teknologi Informasi & Komputasi 2014 SENASTIK 2014 ISSN 2302-7088Bangkalan, 10-11 September 2014SI - 90Gambar 5. Hasil transformasi dari CDM ke PDMMerancang prosesMerupakan rancangan tentang proses yang akan berjalan pada sistem ini dengan aturanyang akan digunakan dalam proses analisa, alur dari analisa yang dilakukan dalam sistemseperti terlihat pada gambar 6 berikut,Gambar 6. Alur Proses AnalisaAnalisa potensi lahan pertanian tanaman pangan yang meliputi padi, jagung, kedelai dan tebu,dengan kategori jenis lahan dikategorikan pada jenis lahan kering, lahan sawah dan lahanperkebunan, aturan yang digunakan diantaranya- If suhu ≥ 24 suhu ≤ 27 && curahhujan ≥ 0 curahhujan ≤ 55 && ketinggian ≥ 0 ketinggin ≤ 7 && kelembaban ≥ 62 kelembaban ≤ 77 Then lahan tidak cocok tanamanpangan- If suhu ≥ 24 suhu ≤ 27 && curahhujan ≥ 0 curahhujan ≤ 55 && ketinggian ≥ 0 ketinggin ≤ 7 && kelembaban ≥ 78 Then lahan tidak cocok tanaman pangan- If suhu ≥ 24 suhu ≤ 27 && curahhujan ≥ 0 curahhujan ≤ 55 && ketinggian ≥ 8 &&kelembaban ≥ 62 kelembaban ≤ 77 Then lahan tidak cocok tanaman panganLOGINUSERNAME char20PASWORD char8KABUPATENIDKABUPATEN char10NAMAKABUPATEN char50KECAMATANIDKECAMATAN char10NAMAKECAMATAN char50LUAS floatIDKABUPATEN char10PROD_TANAMAN_PANGANIDKECAMATAN char10IDDESA char10PRODPANENIKAN floatPRODPANENUDANG floatPROD_PERIKANANIDKECAMATAN char10IDDESA char10PRODPADI floatPRODJAGUNG floatPRODKEDELAI floatPRODTEBU floatSUHUIDKECAMATAN char10IDDESA char10RATA2SUHUBULAN floatKETINGGIAN_WILAYAHIDKECAMATAN char10IDDESA char10KETINGGIAN floatCURAH_HUJANIDKECAMATAN char10IDDESA char10RATA2CURAHHUJANBULAN floatJENIS_AIRIDKECAMATAN char10IDDESA char10JENISAIR char50JENIS_LAHANIDKECAMATAN char10IDDESA char10LAHANKERING floatLAHANSAWAH floatLAHANPERKEBUNAN float DESAIDDESA char10NAMADESA char50IDKECAMATAN char10LUAS float Seminar Nasional Teknologi Informasi & Komputasi 2014 SENASTIK 2014 ISSN 2302-7088Bangkalan, 10-11 September 2014SI- 91- If suhu ≥ 24 suhu ≤ 27 && curahhujan ≥ 56 && ketinggian ≥ 0 ketinggin ≤ 7 &&kelembaba n≥ 78 Then lahan tidak cocok tanaman pangan- If suhu ≥ 24 suhu ≤ 27 && curahhujan ≥ 0 curahhujan ≤ 55 && ketinggian ≥ 8 &&kelembaban ≥ 78 Then lahan tidak cocok tanaman pangan- If suhu ≥ 28 && curahhujan ≥ 0 curahhujan ≤ 55 && ketinggian ≥ 0 ketinggin ≤ 7&& kelembaban ≥ 62 kelembaban ≤ 77 Then lahan tidak cocok tanaman pangan- If suhu ≥ 28 && curahhujan ≥ 0 curahhujan ≤ 55 && ketinggian ≥ 0 ketinggin ≤ 7&& kelembaban ≥ 78 Then lahan tidak cocok tanaman pangan- If suhu ≥ 28 && curahhujan ≥ 0 curahhujan ≤ 55 && ketinggian ≥ 8 && kelembaban≥ 62 kelembaban ≤ 77 Then lahan tidak cocok tanaman pangan- If suhu ≥ 25 && curahhujan ≥ 0 curahhujan ≤ 55 && ketinggian ≥ 8 && kelembaban≥ 62 kelembaban ≤ 77 Then lahan tidak cocok tanaman pangan- If suhu ≥ 25 && curahhujan ≥ 56 && ketinggian ≥ 0 ketinggin ≤ 7 && kelembaban ≥68 Then lahan tidak cocok tanaman padi- If suhu ≥ 25 && curahhujan ≥ 56 && ketinggian ≥ 8 && kelembaban ≥ 78 Then lahantidak cocok tanaman pangan- If suhu ≥ 24 suhu ≤ 27 && curahhujan ≥ 56 && ketinggian ≥ 0 ketinggin ≤ 7 &&kelembaban ≥ 62 kelembaban ≤ 77 Then lahan cocok tanaman pangan- If suhu ≥ 24 suhu ≤ 27 && curahhujan ≥ 56 && ketinggian ≥ 8 && kelembaban ≥ 62 kelembaban ≤ 77 Then lahan cocok tanaman padi- If suhu ≥ 24 suhu ≤ 27 && curahhujan ≥ 56 && ketinggian ≥ 8 && kelembaban ≥78 Then lahan cocok tanaman pangan- If suhu ≥ 25 && curahhujan ≥ 56 && ketinggian ≥ 0 ketinggin ≤ 7 && kelembaba ≥62 kelembaban ≤ 77 Then lahan cocok tanaman pangan- If suhu ≥ 25 && curahhujan ≥ 56 && ketinggian ≥ 8 && kelembaban ≥ 62 kelembaban ≤ 77 Then lahan cocok tanaman panganAnalisa potensi lahan perikanan untuk jenis udang dan bandeng dengan jenis lahan kering,lahan sawah dan lahan perkebunan, terdapat beberapa aturan yang digunakan diantaranya- If ketinggian ≥ 0 ketinggin ≤ 7 && jenisair = tawar Then lahan tidak cocok- If ketinggian ≥ 0 ketinggin ≤ 7 && jenisair = asin Then lahan cocok perikanan- If ketinggian ≥ 8 && jenisair = tawar Then lahan tidak cocok perikanan- If ketinggian ≥ 8 && jenisair = asin Then lahan tidak cocok perikananFlowchart untuk user yang akan mengakses sistem dengan memasukkan username danpassword, selanjutnya sistem memferifikasi apakah username dan password sudah benaratau salah. Apabila salah maka memasukkan kembali. username dan password, apabilalogin sudah sukses, maka user berhak mengakses aplikasi seperti yang terlihat pada gambar7 berikut,Gambar 7. flowchart login Seminar Nasional Teknologi Informasi & Komputasi 2014 SENASTIK 2014 ISSN 2302-7088Bangkalan, 10-11 September 2014SI - 92Proses browse dan query dengan memilih mode aplikasi, jika browse kemudian pilih layer yangakan ditampilkan, kemudian klik tombol cari untuk menampilkan peta hasil browse. Pilih modeaplikasi query setelah peta tampilan browse, kemudian klik pada peta yang dipilih maka akanmuncul tampilan query dari peta yang dipilih. Apabila mode aplikasi yang dipilih pencarian,setelah itu pilih item yang akan dicari dan tulis data yang akan dicari klik buton cari maka petaakan menampilkan data yang dicari seperti alur yang dijelaskan pada gambar 8 berikut,Gambar 8. Proses browse dan query layerIMPLEMENTASIImplementasi sistem digunakan untuk yaitu mengimplementasikan sistem yang telah dibuatpada perancangan sistem dengan tujuan memudahkan pemakaian dalam berinteraksi dengan sistemyang dihasilkan, mengembangkan dan mendokumentasikan perangkat lunak coding. Pada tahap inidikembangkan suatu perangkat lunak awal yang spesifikasi teknologi yang digunakan untuk implementasi sistem, diantaranya spesifikasi perangkat keras yang akan digunakan untuk implementasi sistem diantaranya- Processor Intel Dual-Core CPU T4500 GHz- Memory 2 GB DDR2 SDRAM PC-5300 Max. Memory 8 GB- VGA Intel 4 Series Express Chipset- Display 14_WXGA LED- Hardisk 320 spesifikasi perangkat lunak yang akan digunakan untuk implementasi sistem diantaranya- Sistem Operasi Windows XP Professional, Service Pack 3- Database PostGIS in PostgressSQL MS4W-MapServer 4 Windows-Version Quantum GIS Mimas untuk mengimport data dari shp ke PostGIS- Browser Mozila Firefox- Macromedia Dreamweaver 8 untuk proses coding & pembuatan templateInstalasi beberapa software yang akan digunakan untuk aplikasi, diantaranya komputer sudah terinstal sistem operasi Windows XP Professional Service Pack 3untuk menjalankan sistem yang akan in PostgressSQL 4 Windows-Version GIS Mimas Mozila Firefoxf. Macromedia Dreamweaver 8Digitasi layer digunakan untuk membawa peta analog yang didapat dari lembaran kertas PetaKabupaten Sidoarjo, selanjunya di scant untuk menghasilkan format *.jpg, selanjutnya melakukandigitasi peta dengan menggunakan software Quantum GIS Mimas dengan format *.shp untuk Seminar Nasional Teknologi Informasi & Komputasi 2014 SENASTIK 2014 ISSN 2302-7088Bangkalan, 10-11 September 2014SI - 93menjadi data spasial layer yang akan digunakan pada sistem aplikasi, seperti hasil yang terlihatpada gambar 9 sampai dengan gambar 17 berikuta. Layer KabupatenGambar 9. Digitasi layer KabupatenGambar 9 merupakan hasil digitasi layer Kabupaten yang digunakan sebagai peta dasar untukaplikasi webmap yang akan dibangun, dengan isi data atribut seperti yang terlihat pada gambar 10berikut,Gambar 10. Atribut Tabel Wilayah Kabupatenb. Layer KecamatanGambar 11. Digitasi layer KecamatanGambar 11 merupakan hasil digitasi layer Kecamatan yang digunakan sebagai peta dasar untukmenampilkan informasi kecamatan mana yang memiliki kesesuain lahan pertanian dan perikananpada aplikasi webmap yang akan dibangun, dengan isi data atribut seperti yang terlihat padagambar 12 berikut,Gambar 12. Atribut Tabel kecamatan Seminar Nasional Teknologi Informasi & Komputasi 2014 SENASTIK 2014 ISSN 2302-7088Bangkalan, 10-11 September 2014SI - 94c. Layer Desa/KelurahanGambar 13. Digitasi layer Desa/KelurahanGambar 13 merupakan hasil digitasi layer Desa atau Kelurahan yang ada dimasing-masingKecamatan di Kabupaten, dengan isi data atribut seperti yang terlihat pada gambar 14 berikut,Gambar 14. Atribut Tabel Desa/Kelurahand. Layer SuhuGambar 15. Digitasi layer SuhuGambar 15 merupakan hasil digitasi layer Suhu yang ada dimasing-masing Kecamatan diKabupaten, dengan isi data atribut seperti yang terlihat pada gambar 16 berikut, Seminar Nasional Teknologi Informasi & Komputasi 2014 SENASTIK 2014 ISSN 2302-7088Bangkalan, 10-11 September 2014SI - 95Gambar 16. Atribut Tabel Suhue. Layer Curah HujanGambar 17. Digitasi layer Curah HujanGambar 17 merupakan hasil digitasi layer Curah Hujan Kelurahan yang ada dimasing-masingKecamatan di Kabupaten, dimana layer ini digunakan untuk mengetahui rata-rata curah hujan yangterjadi pada tiap Kecamatan dengan isi data atribut seperti yang terlihat pada gambar 18 berikut,Gambar 18. Atribut Tabel Curah Hujanf. Layer Jenis AirGambar 19. Digitasi layer Jenis Air Seminar Nasional Teknologi Informasi & Komputasi 2014 SENASTIK 2014 ISSN 2302-7088Bangkalan, 10-11 September 2014SI - 96Gambar 13 merupakan hasil digitasi layer Jenis Air yang ada dimasing-masing Kecamatan diKabupaten, dimana layer ini digunakan untuk mengetahui kategori jenis air apa yang terkandungpada tiap Kecamatan dengan isi data atribut seperti yang terlihat pada gambar 20 berikut,Gambar 20. Atribut Tabel Jenis Airg. Layer Jenis LahanGambar 21. Digitasi layer Jenis LahanGambar 21 merupakan hasil digitasi layer Jenis Lahan yang ada dimasing-masing Kelurahan diKabupaten, dimana layer ini digunakan untuk mengetahui kategori jenis lahan pada tiapKecamatan dengan isi data atribut seperti yang terlihat pada gambar 22 berikut,Gambar 22. Atribut Tabel Jenis Lahan Seminar Nasional Teknologi Informasi & Komputasi 2014 SENASTIK 2014 ISSN 2302-7088Bangkalan, 10-11 September 2014SI - 97h. Layer KelembabanGambar 23. Digitasi layer KelembabanGambar 23 merupakan hasil digitasi layer Kelembaban yang ada dimasing-masing Kecamatan diKabupaten, dimana layer ini digunakan untuk mengetahui kelembaban ruang pada tiap Kecamatandengan isi data atribut seperti yang terlihat pada gambar 22 berikut,Gambar 24. Atribut Tabel KelembabanKESIMPULANKesimpulan yang dapat diambil dari sistem yang akan dibangun dalam penelitian ini adalahsistem ini akan dapat dapat memberikan kemudahan kepada user dalam mencari daerah yangcocok untuk peruntukan lahan pertanian tanaman pangan atau lahan yang cocok untuk budidayaperikanan, dengan adanya sistem ini diharapkan dapat meningkatkan produksi hasil pertaniantanaman pangan dan produksi hasil budidaya perikanan dan penyajian data peta yang lebih interaktifdiharapkan dapat memberikan bentuk penyajian informasi yang interaktif dan lebih mudah yang bias diberikan untuk pengembangan sistem selanjutnya yang lebih bagus yaitu sistemyang akan dibuat ini akan lebih informative jika ditunjang dengan adanya simulasi untukmeramalkan keadaan jenis tanah pada masa mendatang, sehingga kesesuaian lahan untuk jeniskomoditi tertentu. Munculnya aplikasi smart phone yang dimiliki banyak orang, sangatmemungkinkan sistem akan lebih efektif jika dibawa ke teknologi SIG berbasis PUSTAKA[1]Rencana Tata RuangWilayahKabupaten SidoarjoTahun2009-2029[2]BPS Kabupaten Sidoarjo, 2007. Department of Fisheries and Agriculture, 2007, Annual Report Booksand Marine Fisheries Division in 2007, Sidoarjo. Seminar Nasional Teknologi Informasi & Komputasi 2014 SENASTIK 2014 ISSN 2302-7088Bangkalan, 10-11 September 2014SI - 98[3]Anik Vega Vitianingsih, dkk 2005 Sistem Informasi Geografis Pengembangan Lahan Pertanian diKabupaten Ponorogo Jurnal Ilmu & Teknologi Terapan, Maret, hal 80-102[4]Anik Vega Vitianingsih, dkk 2007 Sistem Informasi Geografis Deteksi Penjalaran Kebakaran HutanJurnal Saintek, Juni, hal 17-24[5]Anik Vega Vitianingsih, dkk 2008 Rekayasa Sistem Informasi Geografis SIG Identifikasi PotensiLahan Pertanian di Kabupaten Ponorogo Jurnal Saintek, Juni, hal 19-31[6]Anik Vega Vitianingsih, dkk 2011 Rekayasa Sistem Informasi geografis SIG Untuk IdentifikasiDaerah Rawan Banjir Studi Kasus di Wilayah Surabaya Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer UPH Hal 65-74 ISSN 1412-9523[7]Anik Vega Vitianingsih, dkk 2012 Rekayasa Sistem Informasi Geografis SIG Untuk PemetaanLokasi Tower Jaringan Telepon Seluler dalam Bentuk Webmap di Jawa Timur Jurnal Ilmiah IlmuKomputer UPH Hal 201-206 ISSN 1412-9523[8]Anik Vega Vitianingsih, dkk 2012 Webmap untuk Surveilans Demam Berdarah Dengue diKabupaten Tulungagung Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer UPH Hal 115-123 ISSN 1412-9523[9]E. Kendall, Kenneth, and E. Kendall, Julie. Analisa dan Perancangan Sistem System Analysis andDesign. Terjemahan Thamir abdul Hafedh PT. Indeks kelompok Gramedia. Jakarta, 2003. ResearchGate has not been able to resolve any citations for this publication. Anik Vega VitianingsihDidik KiswoyoThe City of Surabaya is Indonesia's second largest city with an area of about 30 000 ha with a population of nearly 3 million people, most of the city of Surabaya consists of lowlands with a height of 3-6 m, while the region west of the city is hilly area with a height of 25-50 m above sea level. Some places in the City of Surabaya in the rainy season flood inundation occurs that inhibits the activity of society, with this background it is necessary that GIS can find areas prone to flooding, so the handling of the channel will be fast. The purpose of this study was to determine the location of water pumps, drainage network, the height of land of an area and to determine the height of flood water, as well as to analyze which areas classified as flood-prone areas. Data to be processed is obtained from the Office of Management and Flood Control Surabaya. The research method used in this study using the System Development Life Cycle SDLC [1]. The results obtained with this system is expected the Government of Surabaya and the community as early as possible to anticipate the possibility of flooding that often occurs in specific areas in Surabaya Region. 1. PENDAHULUAN Wilayah Surabaya terdiri dari dataran rendah dengan ketinggian 3-6 m, sedang daerah Kota sebelah barat merupakan daerah perbukitan dengan ketinggian 25-50 m di atas permukaan laut, dibeberapa tempat di Kota Surabaya pada musim penghujan terjadi genangan-genangan air banjir, genangan yang terjadi umumnya disebabkan oleh hujan lokal [2]. Dari hasil survey sementara, masih banyak hal yang menyebabkan banjir sering terjadi pada daerah-daerah tertentu di Surabaya, diantaranya saluran air yang mengalami pendangkalan dan adanya kerusakan pada tanggul pembatas sungai, sehingga menyebabkan fungsi sungai yang bersangkutan tidak maksimal, kedalaman sungai yang hanya berkisar antara satu meter hingga 1,5 meter [3]. Pendangkalan yang mengurangi debit air ke laut adalah makin padatnya bangunan di sepanjang bantaran sungai, sebelum bangunan liar di sepanjang sungai tersebut kemampuan saluran untuk mengalirkan air ke laut mencapai 350 meter kubik per detik, sedangkan saat ini hanya 275 meter kubik per detik [2]. Dengan adanya realitas tersebut, semakin memperparah kondisi banjir di Surabaya setiap musim hujan. SIG merupakan konsep pendekatan dalam pengelolaan informasi yang mampu memadukan antara visualisasi data dalam bentuk grafis/peta dan data statistik, sehingga mampu menghasilkan suatu analisa yang terintegrasi yang mencakup seluruh aspek [4,5,6]. Perumusan masalah dalam penelitian ini, adalah Seberapa besar pengaruh yang dihasilkan dari pembuatan SIG ini mampu menjawab dalam mengetahui daerah mana saja yang rawan terhadap banjir, sehingga Pemerintah Kota Surabaya dapat langsung mengantisipasinya, dibandingkan dengan tanpa adanya SIG. Karena begitu banyaknya masalah yang berkaitan dengan masalah banjir, maka penulis hanya membatasi pada aPenyajian informasi berdasarkan daerah pematusan di Wilayah Surabaya; bParameter yang digunakan dalam pendeteksian berdasarkan pada elevasi tanah, intensitas hujan, seta kemampuan saluran pada suatu daerah pematusan; cLingkup data yang disajikan dalam sistem yang dibuat meliputi Saluran jaringan drainase yang ada di Surabaya, informasi intensitas hujan, informasi elevasi tanah, informasi pompa air, informasi genangan, informasi debit banjir dan daerah pematusan di Wilayah Surabaya; dPenanggulangan yang disajikan hanya sebatas pada informasi daerah mana saja yang perlu penanganan saluran. Tujuan dari penelitian ini dapat menghasilkan sebuah SIG yang dapat memberikan informasi,Annual Report Books and Marine Fisheries Division inBps KabupatenSidoarjoBPS Kabupaten Sidoarjo, 2007. Department of Fisheries and Agriculture, 2007, Annual Report Books and Marine Fisheries Division in 2007, Informasi Geografis Pengembangan Lahan Pertanian di Kabupaten PonorogoAnik Vega VitianingsihDkkAnik Vega Vitianingsih, dkk 2005 Sistem Informasi Geografis Pengembangan Lahan Pertanian di Kabupaten Ponorogo Jurnal Ilmu & Teknologi Terapan, Maret, hal 80-102Anik Vega VitianingsihAnik Vega Vitianingsih, dkk 2012 Webmap untuk Surveilans Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Tulungagung Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer UPH Hal 115-123 ISSN 1412-9523Terjemahan Thamir abdul Hafedh PT. Indeks kelompok GramediaE KendallE KennethJulie KendallE. Kendall, Kenneth, and E. Kendall, Julie. Analisa dan Perancangan Sistem System Analysis and Design. Terjemahan Thamir abdul Hafedh PT. Indeks kelompok Gramedia. Jakarta, 2003.
Menurut data dinas dinas pertanian, perkebunan dan peternakan kabupaten sidoarjo produksi kuda pada tahun 2014 di sidoarjo hanya . Di sisi lain, kabupaten sidoarjo juga memiliki sumber daya alam sda yang . Dalam rangka memanfaatkan potensi sumberdaya alam yang ada. Dibudidayakan atas dasar kondisi dan potensi sumberdaya alam, sumber daya manusia. Pengelolaan sumber daya alam di wilayah. Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Sidoarjo from Dengan adanya berbagai potensi daerah serta dukungan sumber daya manusia yang memadai, maka dalam perkembangannya kabupaten sidoarjo mampu menjadi salah . Dalam rangka memanfaatkan potensi sumberdaya alam yang ada. Sidoarjo yang berada dipesisir pantai memiliki potensi sumber daya alam sdm berupa tambak yang dapat diolah dan dikembangkan untuk menjadi . Menurut data dinas dinas pertanian, perkebunan dan peternakan kabupaten sidoarjo produksi kuda pada tahun 2014 di sidoarjo hanya . Dengan adanya berbagai potensi daerah serta dukungan sumber daya manusia . Ditunjuk oleh dinas perikanan dan kelautan kabupaten sidoarjo sebagai. Di sisi lain, kabupaten sidoarjo juga memiliki sumber daya alam sda yang . Secara umum budidaya tambak di kabupaten sidoarjo lebih banyak didominasi komoditas bandeng, udang windu dan udang vaname. Di sisi lain, kabupaten sidoarjo juga memiliki sumber daya alam sda yang . Keberhasilan ini dicapai karena berbagai potensi yang ada di. Sidoarjo yang berada dipesisir pantai memiliki potensi sumber daya alam sdm berupa tambak yang dapat diolah dan dikembangkan untuk menjadi . Secara umum budidaya tambak di kabupaten sidoarjo lebih banyak didominasi komoditas bandeng, udang windu dan udang vaname. Keberhasilan ini dicapai karena berbagai potensi yang ada di wilayahnya seperti. Menurut data dinas dinas pertanian, perkebunan dan peternakan kabupaten sidoarjo produksi kuda pada tahun 2014 di sidoarjo hanya . Ditunjuk oleh dinas perikanan dan kelautan kabupaten sidoarjo sebagai. Sidoarjo kaya akan sumber daya alam seperti padi, jagung, kacang hijau, kedelai, sawi, bayam, kangkung, tebu, mangrove, ikan bandeng, ikan nila, . Dengan adanya berbagai potensi daerah serta dukungan sumber daya manusia yang memadai, maka dalam perkembangannya kabupaten sidoarjo mampu menjadi salah . Di sisi lain, kabupaten sidoarjo juga memiliki sumber daya alam sda yang . Pengelolaan sumber daya alam di wilayah. Dibudidayakan atas dasar kondisi dan potensi sumberdaya alam, sumber daya manusia. Dalam rangka memanfaatkan potensi sumberdaya alam yang ada. Dengan adanya berbagai potensi daerah serta dukungan sumber daya manusia . Keberhasilan ini dicapai karena berbagai potensi yang ada di. Pengelolaan sumber daya alam di wilayah. Dengan adanya berbagai potensi daerah serta dukungan sumber daya manusia . Dalam rangka memanfaatkan potensi sumberdaya alam yang ada. Dengan adanya berbagai potensi daerah serta dukungan sumber daya manusia yang memadai, maka dalam perkembangannya kabupaten sidoarjo mampu menjadi salah . 5 Keunggulan Dan Keunikan Sidoarjo from Menurut data dinas dinas pertanian, perkebunan dan peternakan kabupaten sidoarjo produksi kuda pada tahun 2014 di sidoarjo hanya . Keberhasilan ini dicapai karena berbagai potensi yang ada di wilayahnya seperti. Sidoarjo kaya akan sumber daya alam seperti padi, jagung, kacang hijau, kedelai, sawi, bayam, kangkung, tebu, mangrove, ikan bandeng, ikan nila, . Dengan adanya berbagai potensi daerah serta dukungan sumber daya manusia yang memadai, maka dalam perkembangannya kabupaten sidoarjo mampu menjadi salah . Dalam rangka memanfaatkan potensi sumberdaya alam yang ada. Secara umum budidaya tambak di kabupaten sidoarjo lebih banyak didominasi komoditas bandeng, udang windu dan udang vaname. Ditunjuk oleh dinas perikanan dan kelautan kabupaten sidoarjo sebagai. Di sisi lain, kabupaten sidoarjo juga memiliki sumber daya alam sda yang . Dengan adanya berbagai potensi daerah serta dukungan sumber daya manusia . Dibudidayakan atas dasar kondisi dan potensi sumberdaya alam, sumber daya manusia. Keberhasilan ini dicapai karena berbagai potensi yang ada di. Keberhasilan ini dicapai karena berbagai potensi yang ada di wilayahnya seperti. Sidoarjo yang berada dipesisir pantai memiliki potensi sumber daya alam sdm berupa tambak yang dapat diolah dan dikembangkan untuk menjadi . Secara umum budidaya tambak di kabupaten sidoarjo lebih banyak didominasi komoditas bandeng, udang windu dan udang vaname. Ditunjuk oleh dinas perikanan dan kelautan kabupaten sidoarjo sebagai. Dengan adanya berbagai potensi daerah serta dukungan sumber daya manusia yang memadai, maka dalam perkembangannya kabupaten sidoarjo mampu menjadi salah . Di sisi lain, kabupaten sidoarjo juga memiliki sumber daya alam sda yang . Dengan adanya berbagai potensi daerah serta dukungan sumber daya manusia . Menurut data dinas dinas pertanian, perkebunan dan peternakan kabupaten sidoarjo produksi kuda pada tahun 2014 di sidoarjo hanya . Dalam rangka memanfaatkan potensi sumberdaya alam yang ada. Sidoarjo kaya akan sumber daya alam seperti padi, jagung, kacang hijau, kedelai, sawi, bayam, kangkung, tebu, mangrove, ikan bandeng, ikan nila, . Pengelolaan sumber daya alam di wilayah. Sidoarjo kaya akan sumber daya alam seperti padi, jagung, kacang hijau, kedelai, sawi, bayam, kangkung, tebu, mangrove, ikan bandeng, ikan nila, . Menurut data dinas dinas pertanian, perkebunan dan peternakan kabupaten sidoarjo produksi kuda pada tahun 2014 di sidoarjo hanya . Dengan adanya berbagai potensi daerah serta dukungan sumber daya manusia . Di sisi lain, kabupaten sidoarjo juga memiliki sumber daya alam sda yang . Ditunjuk oleh dinas perikanan dan kelautan kabupaten sidoarjo sebagai. Provinsi Kalimantan Timur Yang Kaya Dengan Sumber Daya from Ditunjuk oleh dinas perikanan dan kelautan kabupaten sidoarjo sebagai. Menurut data dinas dinas pertanian, perkebunan dan peternakan kabupaten sidoarjo produksi kuda pada tahun 2014 di sidoarjo hanya . Keberhasilan ini dicapai karena berbagai potensi yang ada di wilayahnya seperti. Pengelolaan sumber daya alam di wilayah. Sidoarjo yang berada dipesisir pantai memiliki potensi sumber daya alam sdm berupa tambak yang dapat diolah dan dikembangkan untuk menjadi . Dengan adanya berbagai potensi daerah serta dukungan sumber daya manusia yang memadai, maka dalam perkembangannya kabupaten sidoarjo mampu menjadi salah . Dengan adanya berbagai potensi daerah serta dukungan sumber daya manusia . Dibudidayakan atas dasar kondisi dan potensi sumberdaya alam, sumber daya manusia. Dengan adanya berbagai potensi daerah serta dukungan sumber daya manusia . Sidoarjo kaya akan sumber daya alam seperti padi, jagung, kacang hijau, kedelai, sawi, bayam, kangkung, tebu, mangrove, ikan bandeng, ikan nila, . Dalam rangka memanfaatkan potensi sumberdaya alam yang ada. Pengelolaan sumber daya alam di wilayah. Di sisi lain, kabupaten sidoarjo juga memiliki sumber daya alam sda yang . Keberhasilan ini dicapai karena berbagai potensi yang ada di wilayahnya seperti. Dibudidayakan atas dasar kondisi dan potensi sumberdaya alam, sumber daya manusia. Dengan adanya berbagai potensi daerah serta dukungan sumber daya manusia . Ditunjuk oleh dinas perikanan dan kelautan kabupaten sidoarjo sebagai. Keberhasilan ini dicapai karena berbagai potensi yang ada di. Menurut data dinas dinas pertanian, perkebunan dan peternakan kabupaten sidoarjo produksi kuda pada tahun 2014 di sidoarjo hanya . Secara umum budidaya tambak di kabupaten sidoarjo lebih banyak didominasi komoditas bandeng, udang windu dan udang vaname. Dengan adanya berbagai potensi daerah serta dukungan sumber daya manusia yang memadai, maka dalam perkembangannya kabupaten sidoarjo mampu menjadi salah . Sidoarjo yang berada dipesisir pantai memiliki potensi sumber daya alam sdm berupa tambak yang dapat diolah dan dikembangkan untuk menjadi . Identifikasi Potensi Sumber Daya Alam Yang Ada Di Sidoarjo. Di sisi lain, kabupaten sidoarjo juga memiliki sumber daya alam sda yang . Dalam rangka memanfaatkan potensi sumberdaya alam yang ada. Dengan adanya berbagai potensi daerah serta dukungan sumber daya manusia . Sidoarjo yang berada dipesisir pantai memiliki potensi sumber daya alam sdm berupa tambak yang dapat diolah dan dikembangkan untuk menjadi . Keberhasilan ini dicapai karena berbagai potensi yang ada di wilayahnya seperti.
Oleh Hendra Sukmana Dosen Administrasi Publik Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Wakil Ketua Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat JPPR Provinsi Jawa Timur Potensi wisata merupakan potensi yang menjadi pendorong kehadiran wisatawan ke suatu daerah tertentu. Obyek dan daya tarik wisata adalah yang menjadi sasaran perjalanan wisata. Menurut Marrioti adalah benda-benda yang tersedia di alam semesta dan terbentuk dengan alami, hasil ciptaan manusia yang berupa benda-benda bersejarah, kebudayaan dan keagamaan, serta tata cara hidup masyarakat yang berupa kebiasaan yang disebut dengan adat istiadat. Potensi pariwisata adalah segala hal dan keadaan baik yang nyata dan dapat diraba, maupun yang tidak dapat diraba, yang digarap, diatur dan disediakan sedemikian rupa sehingga dapat bermanfaat atau dimanfaatkan atau diwujudkan sebagai kemampuan, faktor dan unsur yang diperlukan atau menentukan bagi usaha dan pengembangan kepariwisataan, baik itu berupa suasana, kejadian, benda maupun layanan atau jasa. Damardjati, 2001 Potensi pariwisata adalah segala sesuatu yang dapat dimanfaatkan sebagi kemampuan dan diperlukan untuk usaha dan pengembangan pepariwisataan baik dalam wisata apapun. Menurut Badudu 1995, potensi adalah kemampuan yang mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan, kekuatan, kemampuan, kesanggupan daya. Kabupaten Sidoarjo merupakan penyangga utama Kota Surabaya. Pentingnya keberadaan Sidoarjo bagi Jawa Timur, juga terbukti dari bergabungnya Sidoarjo dalam Satuan Wilayah Pembangunan SWP Jawa Timur yang dikenal sebagai Gerbangkertasusila. Semacam Jabodetabek nya Jawa Timur. Layaknya sebuah kawasan metropolis, sektor pembangunan dan industri menjadi fokus utama pemerintah di Kota Delta sebutan lain dari Kabupaten Sidoarjo. Hal inilah yang membuat Sidoarjo lebih dikenal sebagai kawasan industri dibandingkan dengan Kota Wisata layaknya Kota Batu. Dari beberapa sektor ekonomi, jasa, dan perikanan merupakan sumber perekonomian utama Sidoarjo. Selain itu, ada pula industri besar, jasa dan industri kecil yang berkembang baik, menjadi sumber kemakmuran masyarakatnya. Di satu sisi, kemajuan pembangunan di bidang industri, tidak dibarengi dengan peningkatan fasilitas wisata yang mencukupi buat pemenuhan kebutuhan masyarakatnya. Hadirnya mal dan beberapa pusat hiburan modern, hanya cocok untuk menjadi hiburan sesaat sepulang beraktifitas kerja. Imbasnya, saat akhir pekan dan saat musim liburan panjang, kebanyakan warga Sidoarjo lebih memilih plesir ke luar daerah seperti Malang Raya dan Kota Wisata Batu. Berbicara potensi wisata Kabupaten Sidoarjo sebagai salah satu kawasan yang padat penduduknya di Jawa Timur yang sebenarnya memiliki potensi wisata yang cukup besar. Letaknya sebagai jalur penghubung Surabaya – Malang menjadikan Sidoarjo sebagai daerah yang sering dilalui penduduk Kota Surabaya untuk mengunjungi destinasi wisata di Malang maupun Kota Wisata Batu. Sidoarjo Sebagai kota penyangga metropolis perlu mengekspose dan menggali lagi potensi wisatanya karena dewasa ini, kebutuhan tempat wisata menjadi bagian penting untuk pemenuhan kebutuhan bagi masyarakatnya. Selama ini penduduk Surabaya dan Sidoarjo setelah beraktifitas di dunia kerja memilih menghabiskan waktu akhir pekannya untuk menginap dan mengunjungi tempat-tempat wisata di Malang dan Kota Wisata Batu. Potensi wisata Kabupaten Sidoarjo sebenarnya cukup besar, Sidoarjo yang terletak di dataran rendah memiliki banyak potensi wisata mulai dari wisata budaya, wisata alam, wisata minapolitan, wisata modern, wisata mode dll. Namun, selama ini pengembangan potensi wisata di Kabupaten Sidoarjo kurang terakomodir pengembangannya. Contohnya, wisata budaya banyak peningggalan kerajaan majapahit yang tersebar di beberapa wilayah di Kabupaten Sidoarjo diantaranya candi sumur dan candi pari yang merupakan peninggalan kerajaan hindu – budha. Namun, potensi dua candi tersebut agaknya belum terekspose secara masif. Hal ini, di buktikan dengan jumlah kunjungan yang cukup minim kedua candi tersebut. Bila di telisik lebih jauh Kabupaten Sidoarjo punya wisata alam yang sangat menarik untuk dikunjungi sebenarnya. Menjauh ke arah utara dari pusat kota Sidoarjo, terdapat dusun terpencil yang bernama Kepetingan. Dusun ini memiliki bentang alam yang unik. Hanya bisa dilalui dengan perahu yang bisa disewa di Desa Sawohan, Kec. Buduran atau Desa Kalanganyar, Kec. Sedati, wisatawan yang berkunjung dapat menikmati wisata menyusuri laut menuju pantai Kepetingan sambil menikmati pemandangan hutan bakau di kanan-kiri jalur perahu. Kumpulan burung bangau yang bertengger dan kicauan burung yang bersahutan semakin menambah keindahan Kepetingan layaknya panorama sungai di pedalaman Kalimantan maupun Amazon. Namun, lagi-lagi bentang alam yang indah di Kepetingan belum disorot penuh oleh pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Kondisi Kabupaten Sidoarjo hari ini, dengan kondisi lahan yang belum padat pengembangan kawasan wilayah timur Sidoarjo adalah hal yang paling masuk akal. Akan dibangunnya Kawasan Industri Sidoarjo KIS di Kecamatan Jabon dan pengenalan pulau Lusi Lumpur Sidoarjo menjadi salah satu indikatornya. Wilayah timur Sidoarjo dengan bentang alamnya yang masih alami menjadi potensi wisata yang baik untuk dikembangkan. Rencana Jalan Lingkar Luar Timur yang menghubungkan antara Kabupaten Pasuruan dengan bandara Juanda, akan memberikan kemudahan aksebilitas. Perlu sinergi antara pemerintah, sektor swasta dan masyarakat dalam mewujudkan Sidoarjo menjadi Kota destinasi wisata. Pemerintah perlu “menjual” daya tarik wisata kepada investor swasta agar mau berinvestasi di Sidoarjo untuk mengembangkan wilayah timur Kabupaten Sidoarjo. Selain itu, pemerintah Kabupaten Sidoarjo juga harus menyiapkan masyarakatnya agar terbiasa jika nanti wilayahnya menjadi destinasi wisata. Dengan pengembangan segala aspek tersebut bukan tidak mungkin Sidoarjo mempunyai destinasi wisata layaknya Pantai Ancol di Jakarta. Selain pengembangan hal tersebut, Kabupaten Sidoarjo butuh sebuah hal-hal ikonik yang dikonsep festival. Antara lain festival kebudayaan, festival kuline, festival keagamaan dan lain-lain sesuai dengan corak khas Kabupaten Sidoarjo. Kabupaten bisa menduplikasi kesuksesan Kabupaten Banyuwangi dan Malang dalam hal ini. Kabupaten Banyuwangi beberapa tahun terakhir tingkat kunjungan pariwisatanya meningkat karena banyaknya agenda festival di daerah tersebut. Bahkan kalau dilihat secara seksama pada tahun 2019 ini festival yang diadakan pemerintah Kabupaten Banyuwangi dilaksanakan hampir setiap minggu sekali dan ini menjadi daya tarik wisatawan untuk datang ke Banyuwangi selain melihat bentang alamnya. Selain kabupaten Banyuwangi, pemerintah Kabupaten Sidoarjo perlu mencontoh Malang Raya dalam mengadakan festival salah satunya yang gandrung di anak muda yakni festival Malang Tempo Dulu ini salah satu festival yang menarik wisatawan datang ke Malang. Dengan segala potensi keanekaragaman budaya, kuliner dan sejarah Kabupaten Sidoarjo sudah sangat layak untuk dijadikan sebuah agenda festival-festival yang nantinya akan menarik wisatawan datang ke Sidoarjo. Harapannya nanti Sidoarjo nanti memiliki list kunjungan festival yang banyak dan menarik serta kedepan pembangunan Kabupaten Sidoarjo di arahkan terhadap pengembangan potensi wisata di didaerah bagian timur bagian Sidoarjo. Kondisi geografis bagian timur Kabupaten Sidoarjo berbatasan langsung dengan selat Madura. Sebenarnya terdapat potensi garis pantai yang memanjang yang bisa digunakan sebagai tempat alternatif pembangunan wisata di Kabupaten Sidoarjo. Dengan PAD sekitar 4 Triliun rupiah sebenarnya bukan hal yang mustahil bagi Kabupaten Sidoarjo untuk mengembangkan potensi wisatanya kedepan dan menjadikan Kota Delta menjadi lokasi destinasi wisata yang baru selain kawasan Malang raya. Yang paling penting disini, pemerintah dan stakeholder terkait harus bekerja sama dan saling bahu membahu untuk menjadikan Sidoarjo destinasi baru dalam ke- pariwisataan di Provinsi Jawa Timur. ———- *** ———–
lakukan identifikasi potensi sumber daya alam yang ada di sidoarjo